TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut renungan harian Kristen hari ini Minggu 22 Februari 2026.
Pembacaan Alkitab terdapat di Mazmur 130:1–2.
1) Nyanyian ziarah. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan!
2) Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.
Khotbah:
BERSERULAH KEPADA-NYA KETIKA BERMASALAH
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Andar Ismail mengutip satu pernyataan, setiap keluarga memiliki salibnya masing-masing.
Artinya, setiap orang dan setiap keluarga memiliki masalah, pergumulan dan tantangannya masing-masing.
Kita harus mengakui bahwa setiap orang dan keluarga Kristen pun demikian.
Pada masa-masa seperti itu, kita membutuhkan seseorang untuk mendengar keluh kesah kita dan lebih jauh dapat membantu untuk memberikan jalan keluar.
Kenyataannya, seringkali orang yang kita anggap dapat dipercaya, justru tidak dapat dipercaya dan diandalkan.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman hari ini pemazmur berseru kepada Tuhan Allah.
Berseru berarti ia memanggil dengan suara nyaring, karena berada dalam jurang yang dalam.
Jurang bisa bermakna bergumul karena masalah dan persoalan atau karena bersalah karena kekeliruan di dalam dosa.
Pemazmur berseru agar Tuhan Allah kiranya berkenan mendengar suaranya.
Kata Ibrani syama’ yang diartikan mendengar, artinya lebih dari sekadar mendengar, yaitu: mendengar, memperhatikan, mengerti dan bertindak.
Jadi, permohonan pemazmur bukan hanya agar Tuhan Allah mendengar, melainkan agar Dia memperhatikan, mengerti dan bertindak atas situasi yang dihadapinya.
Dengan demikian ini menunjukkan kepercayaan pemazmur kepada Tuhan Allah yang berkenan mendengar dan menjawab doa.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Sebagai keluarga Kristen, kadangkala kita berada dalam pergumulan dan persoalan, kekeliruan dan kesalahan.
Pemazmur mengajak kita untuk berseru dan bermohon kepada Tuhan Allah dalam setiap situasi dan kondisi, termasuk ketika kita berada dalam jurang yang paling dalam.
Sebab tidak ada tempat yang tidak dapat dijangkau oleh Tuhan Allah, tidak ada kesalahan yang tidak dapat diampuni-Nya dan tidak ada kesulitan yang tidak dapat diatasi-Nya.
Kita harus yakin bahwa Tuhan Allah mendengar bisikan maupun jeritan keluarga kita.
Karena kasih-Nya, Dia akan menolong dan memulihkan kehidupan keluarga kita.
Kita diajar untuk berseru dengan tekun memohon pertolongan dan penyertaan-Nya agar supaya kita senantiasa dikuatkan dan dimampukan menghadapi masalah.
Seruan kita lewat doa-doa yang tidak henti kepada Tuhan Allah, akan membuat kita tegar dan kuat untuk keluar dari jurang kehidupan. Amin.
Doa:
Ya Tuhan Allah, Engkau tahu keadaan keluarga kami.
Engkau tahu yang kami alami dan hadapi.
Kami bermohon kepada-Mu untuk terus menyertai perjalanan kehidupan keluarga kami dalam segala keadaan.
Kami percaya Engkau akan mendengar seruan dan permohonan kami.
Dalam nama Yesus Kristus. Amin.
(TribunManado.co.id/Dodoku GMIM)