Jakarta (ANTARA) - Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) mengajak masyarakat agar tidak ragu-ragu melaporkan dan mengawasi apabila terdapat penyimpangan dan korupsi dalam penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tenaga Ahli Muda Bakom RI Hariqo Satria menyampaikan semua masyarakat bisa mengawasi berjalannya program MBG dengan sifatnya yang transparan.
"Dalam program Makan Bergizi Gratis, setiap orang hampir mempunyai kemampuan untuk mendeteksi di mana adanya korupsi dan penyimpangan," ujar Hariqo dalam acara Rilis Survei Nasional Indekstat, yang dipantau secara daring di Jakarta, Sabtu (21/2).
Dia menjelaskan hal tersebut berbeda dengan pengawasan masyarakat terhadap kegiatan pemerintah lainnya, seperti apabila terdapat korupsi terkait dengan pembelian alat tulis kantor, perjalanan dinas, hingga pembangunan jembatan, yang membutuhkan keahlian khusus.
Selain itu, ia menegaskan pemerintah sama sekali tidak memotong anggaran di bidang pendidikan, kesehatan, maupun penanggulangan kemiskinan, guna melancarkan program MBG.
Hariqo menilai sejauh ini, Indonesia sudah bergerak cepat dalam pelaksanaan program MBG. Pasalnya, negara lain disebutkan membutuhkan waktu puluhan tahun untuk membangun sistem MBG.
Saat ini, dia mengungkapkan sudah ada 107 negara yang sudah memiliki kebijakan nasional terkait dengan pemberian MBG di sekolah. Jumlah itu meningkat sejak tahun 2020.
Untuk itu, Indonesia dinilai merupakan bangsa yang hebat karena bisa membangun sistem MBG dalam kurang dari dua tahun masa pemerintahan.
"Sekarang sudah 60 juta orang lebih masyarakat, anak-anak kita, dari ibu hamil sampai dengan pelajar, itu mendapatkan Makan Bergizi Gratis," ucap dia.
Hariqo menambahkan program tersebut pun sudah melahirkan lebih dari 1 juta orang pekerja atau menyerap tenaga kerja baru, sehingga meringankan beban ekonomi sebuah keluarga.
Dirinya pun mengapresiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang terus menjalankan program MBG lantaran selama ini belum ada pemerintahan sebelumnya yang berhasil menjalankan program itu.
"Pernah berjalan, pernah beroperasi, tetapi tidak pernah yang setiap hari dan dengan skala yang sebesar Makan Bergizi Gratis ini," ungkap Hariqo menambahkan.







