Aceh Timur, Aceh (ANTARA) - Warga penyintas bencana banjir bandang yang berlokasi di Dusun Ranto Panyang Rubek, Aceh Timur, Aceh, mewaspadai sungai yang melebar hingga 30 meter dan berarus deras pascabencana tersebut.
“Pinggiran ini sudah lebar. Biasanya juga nggak ada gelombang-gelombang ini, sekarang kami kayak jadi takut juga. Lebarnya nambah kira-kira 30 meter sudah ini. Dari 100 meter,” ujar Ridwan (40), seorang warga penyintas bencana banjir tersebut.
Dia mengatakan hal itu saat mengoperasikan perahu rakit di Dusun Ranto Panyang Rubek, Desa Sijudo, Pante Bidari, Aceh Timur, Aceh, Sabtu.
Ridwan menyampaikan bahwa arus Sungai Arakundo menjadi lebih deras pascabencana banjir. Berdasarkan pantauan ANTARA, derasnya arus sungai juga kian mengikis tepian sungai yang menjadi tempat kapal rakit yang dioperasikan oleh Ridwan bersandar.

Jasa penyeberangan sungai Ridwan menghubungkan Kabupaten Aceh Timur dengan Kabupaten Aceh Utara. Warga acapkali menggunakan jasanya untuk bekerja, baik untuk membawa hasil kebun, berjualan kosmetik di kabupaten seberang hingga guru mengajar.
“Paling banyak bisa angkut lima-delapan kereta (sepeda motor). Biasanya ramai dekat-dekat Lebaran,” kata Ridwan.
Terkait dengan tarif, Ridwan menyampaikan tak menetapkan tarif akan jasanya. Warga bisa membayarnya berapapun, bahkan Ridwan memberi kelonggaran bagi warga yang mengantar orang sakit.
“Kadang ada yang kasih Rp5 ribu, kadang ada yang Rp10 ribu. Tadi ada yang kasih Rp3 ribu. Saya nggak patok (harga). Orang sakit itu saya nggak minta, sebab harus lewat terus," katanya.

Seorang warga yang bernama Tokli juga menyampaikan hal serupa. Tokli merupakan pengguna jasa Ridwan untuk menyeberangi sungai.
Ia menyampaikan, dulunya terdapat jembatan apung di Sungai Arakundo. Namun jembatan apung itu sudah terputus dan belum ada tanda-tanda akan dibangun kembali.
Sejak saat itu, Tokli rutin menggunakan jasa Ridwan untuk menyeberangi sungai.
Meskipun arus semakin deras, Tokli menyampaikan perahu rakit yang ia tumpangi cukup stabil. "Tetapi kalau ada jembatan kan enak, bisa mondar-mandir. Saat ini terbatas,” katanya.







