Dedi Mulyadi Salut dengan Aksi Suster Ika yang Selamatkan 13 Wanita Korban TPPO di NTT, Sang Gubernur Langsung Lakukan Ini
Widy Hastuti Chasanah February 22, 2026 05:35 AM

Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi puji aksi berani Suster Ika yang selamatkan 13 wanita korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di NTT. Tak hanya memuji, Dedi juga memberikan ucapan terima kasih pada sosok Suster Ika tersebut.

Seperti diketahui, sebanyak 13 perempuan asal Jawa Barat diduga menjadi korban TPPO dan disekap di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan, mereka diduga mengalami kekerasan, pelecehan seksual, diancam dan dipaksa bekerja di luar kontrak di Pub Eltras yaitu tempat hiburan malam dan pusat keramaian yang cukup ikonik di Maumere, NTT.

Melansir TribunMedan.com, awal mula terungkapnya kasus ini bermula saat para korban meminta bantuan kepada Suster Ika. Setelah itu, Suster Ika bersama timnya dari TRUK-F bergerak meminta bantuan Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sikka untuk terjun bersama di hari berikutnya pada 21 Januari 2026.

Dengan perjuangan yang cukup sulit, Suster Ika berhasil menjemput 13 korban tersebuti didampingi PPA Polres Sikka. Mengetahui aksi Suster Ika dalam menyelamatkan korban TPPO di NTT, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi langsung memberi apresiasi.

Hal itu diketahui dari unggahan di akun Instagram @dedimulyadi71 pada (20/02/2026). Di unggahan itu, Dedi tampak melakukan video call dengan Suster Ika.

Ia pun menanyakan bagaimana cara Suster Ika menyelamatkan warganya. Rupanya, hal itu bermula saat Suster Ika dihubungi oleh salah satu korban yang meminta bantuan.

"Selamat siang sus, apa kabar, ini posisinya di mana? Jadi ceritanya gimana suster bisa menemukan warga kami yang menjadi korban perdagangan orang di klub sana?" tanya Dedi Mulyadi.

"Siap pak, saya senang sekali bisa bicara dengan bapak gubernur, pertama kali saya dapat wa dari e pertama kali itu saya dapat WA dari salah satu mereka ini yang 13 orang ini."

"Dia WA saya minta bantuan untuk mengeluarkan dia dari Eltrust karena dia merasa tertekan. Dia sudah sampai depresi karena hanya di kamar tidak diizinkan untuk keluar-keluar. Lalu saya bilang, saya pikir bahwa dia bisa keluar langsung datang ke kantornya kami. Ternyata dia bilang, "Aduh, suster, saya tidak bisa karena mau keluar saja susah."

Meski begitu, perjuangan Suster Ika tak mudah. Ia harus meminta bantuan polisi dan bertindak hati-hati saat menjemput korban yang disekap di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).


"Akhirnya saya langsung kontak ke ini kan PPA Polres minta untuk kami turun bersama dan esokan harinya tanggal 20 Februari tanggal 21 itu kami sorenya langsung ke Polres lalu kemudian diskusi dengan teman-teman di Polres seperti semua polisi tidak berani untuk mau langsung masuk."

"Jadi saya sudah kontakkan dengan adik si Sofi ini. Kemudian saya bilang, "Kalau kami sampai di sana, engkau lihat kami, saya akan WA. Kau lihat kami langsung keluar."

"Lalu kemudian tiba di sana saya dengan satu teman dari kantor staf kami langsung masuk ke dalam PAR dan polisi-polisi jaga di luar PA itu."

" Jadi ketika dia lihat kami langsung dia keluar lari dan dalam keadaan ketakutan badannya gemetar semua lalu menangis dan saya berusaha untuk menenangkan dia. Kemudian ee kami sempat bertemu dengan kuasa hukum karyawannya. Saya menyampaikan bahwa izin, Pak. kami mau bertemu dengan salah satu anak yang kirim ee WA. ternyata dia bilang, "Oh, ya silakan, suster," cerita Suster Ika.

Setelah mendapatkan izin tersebut, Suster Ika masuk dan korban langsung keluar dari kamarnya dengan wajah ketakutan dan badan yang gemetar. Suster Ika pun menenangkan korban tersebut dan langsung mengambil keterangan awal.

Kemudian, keesokan harinya Suster Ika kembali mendapat pesan WA dari tiga korban dari 13 perempuan asal Jabar tersebut. Ketiganya mengirimkan sejumlah foto yang menjadi bukti bahwa mereka mengalami kekerasan.

Setelah itu, Suster Ika berhasil menjemput 13 korban TPPO di NTT dengan didampingi PPA Polres Sikka. Mendengar aksi heroik itu, Dedi Mulyadi mengucapkan terima kasih. Ia juga berencana menemui Suster Ika.

"Baik. Bu Suster. Terima kasih, ya. Nanti kita ketemu minggu ini. Saya tidak bisa menentukan dulu tanggalnya, tapi minggu ini saya datang, ya. Terima kasih," ujar Dedi.

"Sebanyak 13 perempuan asal Jawa Barat menjadi korban dugaan tindak pidana human trafficking di Kabupaten Sikka, Maumere, NTT. Beruntung ada suster Ika yang bersedia membantu. Hatur nuhun, suster," tulis Dedi di unggahannya.

Tak hanya Dedi, netizen juga ikut lega mendengar kabar tersebut. Mereka pun turut memberikan ucapan terima kasih pada Suster Ika.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.