TRIBUNGORONTALO.COM – Ramadan bagi Kasmat Damiti dan Sasmita Amrain bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.
Dua karyawan minimarket di Kota Gorontalo ini membuktikan bahwa puasa bisa dijalani tanpa mengurangi semangat bekerja.
Inilah tips kuat puasa saat bekerja ala Kasmat dan Sasmita.
Kasmat: Aktivitas Jadi Pengalih Rasa Haus
Kasmat, karyawan Alfamart di Kota Gorontalo, mengaku aktivitas padat justru membuat puasanya terasa lebih ringan.
“Kalau cuma diam, rasa haus itu cepat sekali datang. Tapi kalau banyak aktivitas, biasanya lupa,” ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (21/2/2026).
Rutinitas menata barang, melayani pembeli, hingga berpindah dari satu tugas ke tugas lain membuat waktu terasa cepat berlalu. Tanpa disadari, waktu berbuka pun semakin dekat.
Meski begitu, Kasmat tetap menjaga pola hidup agar fisiknya kuat. Ia menekankan pentingnya istirahat cukup dan sahur yang teratur.
Selama Ramadan, sistem sif di minimarket juga disesuaikan.
Karyawan bisa berbuka dengan nyaman, baik di rumah maupun di toko, sesuai kondisi pekerjaan.
“Kalau bisa, tetap di rumah sama keluarga. Itu yang diusahakan,” kata Kasmat.
Baca juga: Sosok Vecky van Gobel, Eks Juru Sita Pengadilan Gorontalo Kini Jadi Sopir Bentor
Sasmita: Bergerak Jadi Kunci
Hal serupa dirasakan Sasmita Amrain. Bagi dia, bekerja saat puasa justru membantu mengalihkan pikiran dari rasa haus.
“Kalau diam saja, pasti kepikiran minum. Tapi kalau kerja, jadi lupa,” tuturnya.
Sasmita tidak memiliki kebiasaan khusus selama Ramadan. Ia menjalani pekerjaan seperti biasa, hanya menyesuaikan tenaga agar tetap fokus.
Kisah Kasmat dan Sasmita menjadi potret sederhana Ramadan di Gorontalo.
Bagi mereka, Ramadan bukan alasan untuk mengurangi tanggung jawab. Dengan niat dan pengaturan yang baik, bekerja sambil berpuasa bisa dijalani dengan ringan.
“Semangat saja menjalani puasanya walaupun dalam keadaan kerja,” tutup Sasmita. (*)