TRIBUNBATAM.id, BATAM - Jasad pria yang dilaporkan terjun dari atas jembatan 3 Barelang Batam, Rabu (18/2/2026) lalu akhirnya ditemukan hari Sabtu (21/2/2026).
Korban ditemukan hari Sabtu (21/2) pagi sekira pukul 10:50 oleh tim SAR gabungan yang lokasinya tidak jauh dari titik korban dilaporkan jatuh.
Kepala Basarnas Tj Pinang melalui komandan pos Basarnas Batam, Dedius Sembiring membenarkan penemuan itu.
Dia mengatakan, tim gabungan sedang melakukan proses evakuasi jasad dari dalam air untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Kepri.
Di Lingga, sebuah kapal pompong yang dilaporkan berangkat dari Kelumu, Kabupaten Lingga, tujuan Batam dilaporkan hilang kontak.
Perahu motor tersebut diduga hilang kontak di perairan Selat Pintu, Kecamatan Temiang Pesisir, Kabupaten Lingga.
Informasi tersebut pertama kali diterima pada Jumat (19/2/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lingga, Oktanius Wirsal, membenarkan kabar tersebut saat dikonfirmasi.
"Benar, saat ini sedang dalam proses pencarian," ungkap Okta kepada Tribunbatam.id, Sabtu (21/2026).
TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Sebuah boat pompong berangkat dari Kelumu, Kabupaten Lingga, tujuan Batam dilaporkan hilang kontak.
Perahu motor tersebut diduga hilang kontak di perairan Selat Pintu, Kecamatan Temiang Pesisir, Kabupaten Lingga.
Informasi tersebut pertama kali diterima pada Jumat (19/2/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lingga, Oktanius Wirsal, membenarkan kabar tersebut saat dikonfirmasi.
"Benar, saat ini sedang dalam proses pencarian," ungkap Okta kepada Tribunbatam.id, Sabtu (21/2026).
Baca Selengkapnya
TRIBUNBATAM.id, Batam - Jasad pria yang dilaporkan bunuh diri dengan terjun bebas dari atas jembatan 3 Barelang Batam, Rabu (18/2) malam akhirnya ditemukan.
Korban ditemukan, Sabtu (21/2) pagi sekira pukul 10:50 oleh tim SAR gabungan. Lokasinya tidak jauh dari titik korban dilaporkan jatuh.
Kepala Basarnas Tj Pinang melalui komandan pos Basarnas Batam, Dedius Sembiring membenarkan penemuan itu. Kata dia, tim gabungan sedang melakukan proses evakuasi jasad dari dalam air untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Kepri.
"Barusan ditemukan beberapa menit lalu. Ditemukan 1 mil dari lokasi korban terjun, dalam kondisi MD, dan selanjutnya di evakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepri," ujar Dedius, Sabtu (21/2).
Kata dia, tubuh korban masih utuh. Hanya saja sudah membangkak setelah tiga hari tim SAR gabungan melakukan pencarian.
Baca Selengkapnya
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Gangguan listrik akibat dahan dan pohon tumbang masih menjadi penyebab utama padamnya aliran listrik di wilayah Dabo dan Daik, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Hal ini disampaikan Manager PLN ULP Dabo, Suheri, menyusul terjadinya gangguan listrik yang sempat dirasakan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
Suheri mengatakan, pemadaman yang terjadi bukan merupakan pemadaman terencana, melainkan akibat gangguan teknis murni di lapangan.
Menurutnya, kondisi jaringan listrik yang berada di area terbuka sangat rentan terhadap gangguan, terutama ketika dahan atau pohon tumbang dan menyentuh kabel distribusi.
“Gangguan akibat pohon tumbang atau dahan yang menyentuh jaringan masih menjadi penyebab utama padamnya aliran listrik,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Baca Selengkapnya
BATAM, TRIBUNBATAM.id – Perjuangan keluarga Fandi Ramadhan menghadapi tuntutan hukuman mati di kasus hampir 2 ton sabu di Batam, memasuki babak baru.
Itu setelah pengacara kondang Hotman Paris resmi menyatakan komitmennya untuk membantu Fandi.
Sulaiman, ayah Fandi mengaku lebih lega setelah keluarganya bertemu langsung Hotman di Jakarta, Jumat (20/2/2026) kemarin.
Di balik langkah hukum itu, kegigihan Sulaiman, ayah Fandi semakin berapi-api. Ia menegaskan keluarganya tidak akan menyerah memperjuangkan nasib sang anak.
"Kami masih terus berjuang demi anak kami. Kami berangkat ke Jakarta menemui Pak Hotman dengan biaya sendiri. Saya tetap memperjuangkan sampai selesai putusan,” ungkap Sulaiman dengan suara bergetar saat dihubungi Tribun Batam, Sabtu (21/2/2026) siang.
Baca Selengkapnya
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Polemik adanya dugaan kerugian belasan juta rupiah per unit rumah di Perumahan Rhabayu Estuario, Kelurahan Patam Lestari, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, akhirnya dibawa ke meja legislatif.
DPRD Kota Batam melalui Komisi I menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pengembang PT Intan Karya Lestari (IKL) dan perwakilan konsumen, Jumat (20/2/2026).
RDP tersebut mengungkap sejumlah temuan serius. Mulai dari perbedaan harga signifikan antara nilai akad kredit KPR subsidi di bank dengan nilai dalam dokumen resmi, hingga dugaan manipulasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan penyelewengan subsidi bantuan uang muka.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Batam, Hendrik, mengatakan permasalahan bermula dari proyek perumahan subsidi di kawasan Patam Lestari yang dibangun PT IKL.
Baca Selengkapnya
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Baru beberapa hari di bulan Ramadan 1447 Hijriah, sejumlah warga Batam yang ingin mudik Lebaran Idulfitri mulai berburu tiket kapal Pelni.
Namun, di tengah perburuan tiket itu warga Batam justru mengaku kesulitan mendapat tiket kapal.
Keluhan itu muncul karena tiket di aplikasi maupun kantor Pelni disebut selalu dalam kondisi habis. Hal ini lantas membuat calon penumpang kelimpungan merencanakan perjalanan mudik.
Sonia, warga Batam yang sudah dua tahun tidak pulang kampung, mengaku kesal karena berkali-kali mencoba membeli tiket kapal, namun tidak pernah berhasil.
“Setiap buka Pelni Mobile, tiketnya habis. Datang langsung ke kantor Pelni, jawabannya sama, habis juga. Heran jadinya, kapan sebenarnya dibuka?,” kata Sonia, Sabtu (21/11/2026).
Keluhan serupa disampaikan sejumlah calon pemudik lain. Mereka berharap bisa segera mendapatkan tiket, mengingat momen libur Idulfitri menjadi satu-satunya kesempatan untuk bertemu keluarga di kampung halaman.
Baca Selengkapnya
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Keluarga masih menunggu kabar Eno dan Aris, usai kapal yang mengangkut keduanya dari Kelumu Lingga tujuan Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dikabarkan hilang kontak hingga Sabtu (21/2/2026).
Pompong mereka diduga hilang kontak di perairan Selat Pintu, Kecamatan Temiang Pesisir, Kabupaten Lingga.
Informasi tersebut pertama kali diterima pada Jumat (19/2/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.
Hingga saat ini, keluarga masih menunggu kabar Eno dan Aris.
Diketahui, pompong tersebut dinakhodai Eno (35), dengan nama lengkap Jairi, warga asli Centeng, Desa Limbung, Kecamatan Lingga Utara.
Baca Selengkapnya
[ tribunbatam.id ]