Cerita Ayah Bocah yang Diduga Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi, Syok Lihat Kulit Korban 'Kenapa Ini?'
Rr Dewi Kartika H February 22, 2026 10:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Anwar Satibi (38 tahun), ayah dari NS (12 tahun) bocah asal Bojongsari, Kecamatan Jampang kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengungkap kronologi bagaimana anaknya itu tewas. 

Kasus kematian bocah tersebut viral di media sosial lantaran ada dugaan kekerasan yang dilakukan ibu tirinya. 

Anwar mendapatkan kabar dari istrinya itu bahwa kondisi anaknya sakit pada tarawih hari pertama puasa. 

Dia kemudian diminta pulang dari tempat kerjanya di Kota Sukabumi untuk memeriksa kondisi NS.

"Nah, saya pulang karena ada telepon. Pulang ya uih (pulang), (NS) teu damang (sedang sakit), terus mengelantur, panas (demam)," kata Anwar saat ditemui awak media di RS Bhayangkara TK II Setukpa Polri Kota Sukabumi, Jumat (20/2/2026) siang. 

"Saya pulang, waktu sampai di rumah, saya kaget melihat kondisi anak saya yang kulitnya pada melepuh," tuturnya.  

Setelah melihat anaknya, Anwar lantas menanyakan kepada istrinya mengapa kondisi NS seperti itu. 

Namun, lanjut Anwar, sang istri hanya memaparkan kondisi tersebut sebab dipengaruhi demam yang melanda NS. 

"Saya tanya, 'Mah, kenapa ini kulitnya (NS) seperti ini?' Dia jawab, ini kan sakit panas ya, jadi pada melepuh. Nah, saya pikirnya ya nanti ya sudah beli salep begitu, dibawa ke rumah sakit," tutur Anwar. 

Dibawa ke RS 

Kemudian, pada Kamis (19/2/2026) pagi, NS dibawa ke rumah sakit. 

Saat berada di rumah sakit, NS sempat mengungkapkan kondisi tubuhnya yang melepuh itu akibat diduga penganiayaan oleh ibu tirinya. 

Barulah di situ dugaan penganiayaan tersebut muncul di benak Anwar. 

"NS ngaku dikasih minum air panas, makanya itu ada di dalam video (luka melepuh NS berada) di kaki, ada di punggung, di tangan, banyak," lanjut Anwar. 

Dalam video yang beredar, setelah pengakuan dari NS tersebut sempat terjadi adu mulut. 

NS kemudian dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026) sore. 

Otopsi 

Setelah NS wafat, Anwar kemudian mengambil langkah otopsi guna memastikan penyebab kematian anaknya itu. 

"Kecurigaan ada (dugaan penganiayaan oleh ibu tiri NS), tetapi kami tidak bisa menuduh. Ya makanya saya mau melakukan otopsi biar jelas nanti hasilnya," ucap Anwar. 

Pada Jumat (20/2/2026), dari hasil otopsi yang dilakukan oleh tim forensik RS Bhayangkara TK II Setukpa Polri Kota Sukabumi, NS itu ditemukan beberapa luka bakar di sekujur tubuh, lengan, kaki, paha, tangan.

Kemudian, di area bibir dan hidung yang diduga karena luka bakar. 

Namun. dokter forensik belum bisa memutuskan apakah ini sebuah penganiayaan atau bukan. 

Selain itu, sampel dari jantung dan paru-paru korban dibawa ke laboratorium dan dikirim ke Jakarta untuk mengetahui apakah ada zat-zat lain di dalam organ korban. 

  

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.