TRIBUNJAMBI.COM - Kabar memilukan kembali datang dari Andri Budi Sanjaya, warga Jambi yang menjadi korban penipuan lowongan kerja (scam) di Kamboja.
Lewat sambungan WhatsApp pada Sabtu (21/2/2026), Andri mengungkap sisi gelap perusahaan tempatnya bekerja yang menyerupai penjara dengan pengamanan super ketat dan mematikan.
Andri Budi mendeskripsikan lokasi tersebut berdiri di atas lahan 1,2 hektare dengan 20 gedung bertingkat setinggi ruko empat lantai.
Area ini dikelilingi pagar setinggi 5 meter dan dijaga oleh 100 personel bersenjata alat setrum.
“Mau lari ke mana coba? Mau mati yang ada. Enggak ada perusahaan scam itu yang bisa keluar gedung. KBRI memang sarana tepat untuk pelarian tapi bukan untuk melaporkan. Mati juga kalau ketahuan, dua orang ditembak mati depan aku. Jasadnya dibuang ke Sungai Mekong,” ungkap Andri Budi dengan nada getir.
Kekejaman perusahaan tak berhenti di sana. Andri mengonfirmasi tewasnya WNI asal Palembang, Muhammad Erlangga, yang jatuh dari lantai 18 Gedung Royal Fortune pada Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, banyak WNI yang mengakhiri hidup karena tekanan kerja, namun tak sedikit yang sengaja dilempar dari gedung atau ditembak jika tak memenuhi target.
Mirisnya, bagi pekerja wanita yang gagal mencapai target, ancaman rudapaksa menjadi momok yang nyata.
Dikhianati Darah Daging Sendiri
Di kamp penampungan, Andri bertemu dengan Hendri, korban asal Medan dengan kisah yang tak kalah memilukan.
Baca juga: 15 Warga Sumsel Korban Job Scam Kamboja Dihubungi Pemda, Bagaimana asal Jambi?
Baca juga: Remaja Bawa Sajam di Handil Viral, Warga Jambi Desak Aparat Turun Tangan
Hendri mengaku dijual ke sindikat TPPO tersebut oleh adik kandung dan keponakannya sendiri.
Sang adik saat ini dikabarkan masih berada di Kamboja menjabat sebagai leader di perusahaan scam tersebut.
Ramadan di penampungan
Meski terjebak dalam situasi penuh ketidakpastian, para WNI tetap menjalankan ibadah puasa.
Pada Jumat (20/2/2026), suasana haru terekam saat para pengungsi melaksanakan salat tarawih dan sahur bersama dengan logistik seadanya.
“Kami sahur dengan uang sumbangan dan donasi. Ada dari KBRI, pemerintah, dan teman-teman di sini,” pungkasnya.
Hingga saat ini, bantuan logistik berupa sabun dan obat-obatan dari KBRI telah tiba.
Namun, nasib kepulangan mereka masih menjadi tanda tanya besar, termasuk keberadaan Audy Lyliana Putri, korban asal Jambi lainnya yang hingga kini belum diketahui rimbanya.
Perjagaan Ketat
Andri Budi Sanjaya, korban loker scam di Kamboja, kembali menceritakan situasi perusahaan tempat ia pernah bekerja.
Menurutnya, perusahaan itu memiliki 20 gedung dengan luas sekitar 1,2 hektare, dilengkapi pagar setinggi kurang lebih 5 meter dan dijaga sekitar 70 hingga 100 orang penjaga.
“Ya, kalau di Indonesia di Jambi mungkin sekitar ruko-ruko 4 tingkat lah gitu,” katanya saat dihubungi Tribunjambi.com melalui WhatsApp, Sabtu (21/2/2026).
Dia menuturkan, para penjaga dilengkapi alat setrum, sehingga menurutnya kecil kemungkinan pekerja bisa kabur dari gedung tersebut.
“Di sini dijaga, bayangin lah, di gedung itu 20 gedung, temboknya pagarnya itu 5 m, yang jaga sampai 100 orang. Pakai setrum semua. Mau lari ke mana coba? Mau mati yang ada,” tuturnya.
“Enggak ada perusahaan scam itu yang bisa keluar gedung itu, enggak ada. Paling seputaran gedung itulah,” lanjutnya.
Andri menjelaskan, KBRI merupakan sarana untuk melarikan diri, namun bukan untuk melaporkan.
“KBRI memang sarana tepat untuk pelarian, tapi bukan untuk melaporkan. Mati juga kalau ketahuan (melapor dan melarikan diri), dua orang ditembak mati depan aku,” jelasnya.
“Kalau selamat syukur, kalau gak selamat gimana? Tinggal nama, mayat dibuang selesai lah,” sambungnya.
Dia juga menerima kabar seorang WNI terjatuh dari lantai 18 Gedung Judol Royal Fortune, Kamboja, pada Selasa (17/2/2026). Dia membenarkan informasi tersebut. Korban itu diketahui bernama Muhammad Erlangga, asal Palembang, yang direkrut agen Medan.
Informasi itu dia peroleh dari rekan-rekannya yang turut menjadi korban loker scam di Kamboja.
Menurutnya, pekerja yang terjatuh ada yang disebabkan bunuh diri akibat tekanan pekerjaan, dan ada pula yang dibunuh pihak perusahaan. Bahkan, pekerja perempuan yang tidak mampu memenuhi target bisa mengalami kekerasan seksual.
“Banyak juga dari rekan-rekan di sini yang menceritakan seperti itu, orang Indonesia yang bunuh diri, terjun dari lantai atas banyak, ada juga yang sebagian memang dibunuh oleh pihak perusahaan,” ungkapnya.
Baca juga: Begini Kondisi WNI yang Jadi Korban Scam di Kamboja saat Ramadan
Baca juga: PSI Bela Jokowi Sebut Revisi UU KPK Inisiatif DPR, Sentil 5 Partai Pengusul
“Di sini banyak orang Indonesia dilempar dari atas gedung (lantai) 18. Yang ditembak pun banyak. Di situ sudah, hilang saja jasadnya, dibuang ke Sungai Mekong,” ujarnya.
Sebagai informasi, Sungai Mekong melintasi enam negara, yaitu Tiongkok, Myanmar, Laos, Thailand, Kamboja, dan Vietnam.
Andri menambahkan, hingga kini dirinya belum mendapatkan informasi kabar seorang korban asal Jambi lainnya, Audy Lyliana Putri. Ia juga belum memperoleh kabar soal keberangkatan WNI di penampungan menuju Indonesia.
Andri menjelaskan para korban saat ini tersebar di tiga lokasi berbeda yang dijaga ketat kepolisian setempat, yakni di Hotel, Penampungan Senso, serta Penampungan Imigrasi Indonesia dan Tiongkok (eks terminal kargo bandara).
Kondisi ini membuat koordinasi antarwarga Jambi menjadi sulit.
Andri mengaku baru berhasil bertemu dengan Syehdi, korban asal Sarolangun, karena berada di lokasi penampungan yang sama.
Untuk memastikan keselamatan rekan-rekannya yang lain, ia berencana membentuk grup komunikasi khusus warga Jambi.
“Kalau ada orang Jambi, saya mau buat grup sama orang Jambi, biar bisa terkoordinasi semuanya, yang pulang ataupun yang enggak ada tiket, biar bisa minta bantuan,” pungkasnya.
Hingga saat ini, tercatat sembilan warga Jambi yang teridentifikasi terjebak dalam pusaran kerja scam di Kamboja, termasuk nama terbaru Chilva Shety Priyanka Elwani asal Kenali Asam.
Berikut Daftar 9 WNI Asal Jambi yang Terjebak di Kamboja:
Baca juga: Remaja Bawa Sajam di Handil Viral, Warga Jambi Desak Aparat Turun Tangan
Baca juga: Andri Budi Sanjaya: 2 Orang Ditembak Mati Depan Aku
Baca juga: Cuaca Jambi Hari Ini, Hujan di 9 Kabupaten Kota