Anggota Brimob Diduga Aniaya Siswa SMP hingga Tewas, Kapolda Maluku Janji Proses Transparan
Evan Saputra February 22, 2026 11:36 AM

BANGKAPOS.COM - Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota Brimob di Kota Tual, Maluku, menyita perhatian publik.

Seorang siswa berusia 14 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah diduga dipukul oleh oknum anggota Satbrimob Polda Maluku.

Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dadang Hartanto, menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan menegaskan kasus ini akan diusut tuntas serta diproses secara transparan sesuai hukum yang berlaku.

Berikut ulasan lengkapnya

Seorang anggota Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Maluku, Bripda Masias Siahaya, diduga menganiaya satu siswa SMP hingga tewas dan satunya lagi mendapat perawatan lebih lanjut.

Baca juga: Suami Gerebek Istri Bersama Camat Nonaktif di Dalam Kamar, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Peristiwa tragis ini bermula saat kedua korban yang merupakan kakak beradik melintas menggunakan sepeda motor di ruas jalan RSUD Maren, Kota Tual.

Saat itu, keduanya masih mengenakan seragam sekolah dan tercatat sebagai siswa kelas IX Madrasah Aliyah Negeri.

Di tengah perjalanan, mereka diduga dihentikan oleh terduga pelaku dan kemudian dipukul menggunakan helm hingga terjatuh dari sepeda motor. Insiden tersebut berujung fatal bagi salah satu korban.

Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dadang Hartanto, membenarkan anggotanya yang melakukan penganiayaan hingga tewas.

Dadang pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada keluarga korban atas insiden kekerasan yang berujung kematian seorang pelajar di Kota Tual.

Permohonan maaf tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral institusi atas peristiwa yang melibatkan oknum anggota Brimob.

“Kami turut berduka cita dan menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban. Musibah ini menjadi perhatian serius kami dan akan ditangani secara sungguh-sungguh,” tegas Kapolda Maluku dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).

Polda Maluku Imbau Masyarakat Tetap Tenang

Kapolda Maluku mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. 

Kepolisian meminta publik mempercayakan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada aparat yang saat ini sedang berjalan.

Kasus ini menjadi perhatian luas setelah aksi kekerasan yang diduga dilakukan oknum anggota Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Maluku menyebabkan satu korban meninggal dunia dan satu lainnya masih dirawat.

Sebelumnya, keluarga korban secara tegas meminta agar kasus ini diusut tuntas dan dilakukan secara transparan.

Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh ayah korban, Rijik Tawakal, saat menerima kedatangan Dansat Brimob Maluku Kombes Irfan Marpaung dan Kapolres Kota Tual AKBP Whansi Des Asmoro di rumah duka.

“Saya minta ini diusut, transparan,” ujar Rijik saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, Jumat (20/2/2026).

Ia menegaskan agar perkara tersebut tidak diproses secara bias dan menjadi pembelajaran serius agar peristiwa serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Terduga Pelaku Ditahan, Proses Penyelidikan Berjalan

Terduga pelaku, Bripda Masias Siahaya, telah diamankan dan ditahan di Rumah Tahanan Polres Tual tak lama setelah kejadian.

Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap secara terang rangkaian peristiwa yang terjadi.

Korban berinisial AT (14) telah dimakamkan pada Kamis (19/02/2026), sementara satu korban lainnya masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Sorotan Publik dan Ujian Transparansi

Kasus ini menjadi ujian serius bagi institusi kepolisian di Maluku, terutama terkait komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam menangani pelanggaran yang melibatkan anggotanya sendiri.

Permohonan maaf terbuka dari Kapolda Maluku menjadi langkah awal meredakan ketegangan publik. 

Namun, masyarakat kini menanti proses hukum yang objektif, tegas, dan tanpa pandang bulu demi memastikan keadilan benar-benar ditegakkan

(Tribunambon/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.