TRIBUNNEWSMAKER.COM - Bukti kuat bocah 12 tahun di Sukabumi dibakar, tunjuk ibu tiri sebelum hembuskan napas terakhir.
Momen krusial tersebut terjadi saat bocah bernisial NS (12) dimintai keterangan dari pihak kepolisian.
Dari momen tersebut terungkap fakta yang mengerikan yang ada di baliknya.
Sambil terbaring lemah, NS melayangkan telunjuknya ke arah sang ibu tiri yang berada di ruangan tersebut.
"Tuh, tuh..." ucap NS lirih namun jelas, menunjuk ke arah perempuan yang seharusnya melindunginya.
Melihat dirinya ditunjuk oleh sang bocah, ibu tiri korban sempat mencoba mendekat.
Namun, reaksi tak terduga datang dari ayah kandung NS, Anwar Satibi, yang berada di sisi kiri korban.
Baca juga: Siasat Licik Ibu Tiri Usai Siksa Anak di Sukabumi, Bohongi Suami soal Kondisi Korban: Sakit Demam
Tak kuasa menahan gejolak emosi setelah mendengar pengakuan langsung dari sang anak, Anwar seketika meledak.
Di hadapan petugas kepolisian, ia langsung memukul istrinya (ibu tiri korban) tersebut.
Isak tangis dan makian penuh amarah pecah di ruangan itu.
Petugas polisi yang berada di lokasi langsung menghardik sang ayah agar tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
Anwar hanya bisa lemas, menangis sambil merutuki kenyataan pahit bahwa anak sulungnya menderita di tangan orang terdekat.
NS meninggal dunia tak lama setelah memberikan kesaksian tersebut.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi tubuh korban yang sangat memprihatinkan dengan luka bakar serius di beberapa bagian tubuh.
Narasi dugaan KDRT dan penganiayaan ini pun langsung meledak di media sosial.
Netizen mengecam keras dan mendesak Polres Sukabumi untuk segera menetapkan tersangka berdasarkan bukti-bukti yang ada.
Baca juga: Kebrutalan Ibu Tiri Siksa Anaknya di Sukabumi: Pernah Aniaya Korban Pakai Benda Tumpul Sebelum Tewas
Hasil autopsi mengungkap adanya luka bakar di sejumlah bagian tubuh korban.
Meski demikian, tim forensik belum dapat memastikan penyebab pasti kematian dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium lanjutan.
Kepala Instalasi Forensik RS Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Sukabumi, Kombes dr. Carles Siagian, menjelaskan pihaknya menerima jenazah dari Polres Sukabumi pada Kamis malam setelah laporan diterima.
“Kami dari Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Sukabumi dan hari Jumat ini kami menerima jenazahnya. Tadi pukul 09.00, dokter forensik melakukan autopsi pada jenazah tersebut,” ujarnya, Jumat (20/2/26).
Dari hasil pemeriksaan luar dan dalam, ditemukan luka bakar di sejumlah anggota gerak korban.
“Hasilnya, ditemukan korban anak-anak, usia 12 tahun, dengan luka bakar di anggota gerak, seperti lengan, kaki kanan, dan kiri. Kemudian ada beberapa luka juga di punggung, serta luka bakar di area bibir dan hidung,” jelasnya.
Namun demikian, dokter forensik belum dapat menyimpulkan apakah luka-luka tersebut akibat tindak penganiayaan atau bukan.
“Apakah ini akibat penganiayaan atau bukan. Penyebab kematian juga belum bisa disimpulkan karena luka-luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan organ dalam dan mengambil sampel untuk uji laboratorium lanjutan.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan dalam, membuka organ-organ, dan mengambil sampel laboratorium untuk dikirim ke Jakarta. Kami sedang menunggu hasilnya untuk mengetahui apakah ada zat-zat lain di dalam organnya,” ujarnya.
Proses autopsi berlangsung sekitar 2,5 hingga 3 jam. Sejumlah organ vital seperti jantung dan paru-paru turut diperiksa.
“Paru-parunya ditemukan sedikit membengkak, tapi belum tahu apakah itu karena penyakit bawaan atau bukan,” ungkapnya.
Carles juga menegaskan tidak ditemukan tanda kekerasan tumpul pada tubuh korban.
“Kekerasan tumpul tidak ditemukan. Ada luka lama di area bibir atas dan dekat hidung yang sudah menjadi luka permanen, tapi tidak bisa dipastikan apakah sebelumnya akibat benda tumpul yang tidak sembuh,” terangnya.
Ia menyebut kasus ini menjadi perhatian serius karena korban masih berusia anak-anak. Pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyampaikan perkembangan lebih lanjut kepada publik.
“Ini menjadi perhatian kami karena korbannya adalah anak-anak. Kami akan berkoordinasi dengan teman-teman dari Polres untuk pengumuman lebih lanjut,” pungkasnya.
(Tribunnewsmaker.com/TribunJabar.id)