Di bulan Ramadan, selain pendalaman kajian keagamaan, peserta juga mendapatkan penguatan materi mendasar seperti keuangan, pengadaan, dan pengelolaan aset

Makassar (ANTARA) - Aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) usung optimisme tinggi pelaksanaan Ramadhan Leadership Camp di Asrama Haji Sudiang, Makassar, pada 22-28 Februari 2026 dapat memperkuat karakter ASN.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulsel Muhammad Jufri dalam keterangannya di Makassar, Minggu, menjelaskan sebanyak 735 pejabat struktural, 100 kepala sekolah, dan 16 direksi BUMD, mengikuti Ramadhan Leadership Camp ini.

Peserta berasal dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel.

Ia menjelaskan fokus kajian dalam leadership camp ini mencakup empat hal penting, yaitu pengelolaan keuangan daerah, pengadaan barang dan jasa, pengawasan, serta penguatan karakter, dan akhlak kepemimpinan.

Untuk memastikan disiplin dan ketertiban peserta selama kegiatan berlangsung, Pemprov Sulsel menugaskan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Kepala Satpol PP Sulsel Andi Arwin Azis mengatakan pihaknya mengerahkan sekitar 45 personel.

“Tugas kami memastikan berjalan kegiatan dengan lancar. Peserta tidak meninggalkan lokasi selama kegiatan berlangsung, serta menjaga kedisiplinan, termasuk memastikan waktu istirahat benar-benar dimanfaatkan dengan baik,” ujar Andi Arwin.

Dari sisi peserta, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sulsel Iqbal Suhaeb,menilai Ramadhan Leadership Camp sebagai terobosan baru dalam pembinaan ASN.

“Ini pertama kalinya kegiatan seperti ini dilaksanakan di Pemprov Sulsel. Di bulan Ramadan, selain pendalaman kajian keagamaan, peserta juga mendapatkan penguatan materi mendasar seperti keuangan, pengadaan, dan pengelolaan aset,” ujarnya.

Antusiasme serupa disampaikan Kasubag Umum Kepegawaian BPSDM Sulsel Syamrina Maulana Aris, yang menyebut kegiatan ini sebagai ruang pembentukan pemimpin yang utuh.

“Harapannya, kami bisa menjadi pemimpin yang lebih baik, bertakwa, bermanfaat bagi banyak orang, dan mampu menjadi teladan. Materi yang disiapkan sangat kaya dan relevan untuk penguatan kepemimpinan,” katanya.

Sementara itu Kepala Seksi Jaminan Sosial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel Akhirudin berharap kegiatan ini memberi dampak positif bagi kompetensi birokrasi dan pembinaan spiritual ASN.

“Jujur saat ini saya baru menghafal 20 surat-surat pendek, dengan fokus untuk hafal juz 30,” harapnya.

Bagi sektor pendidikan, Kepala SMKN 9 Makassar Sigit Hendra Waskita menilai materi yang disajikan sangat relevan dengan tantangan kepemimpinan kepala sekolah.

“Setelah melihat rundown yang ada, materinya sangat aplikatif, mulai dari tata kelola keuangan, manajerial kepemimpinan, hingga penguatan akhlak sebagai dasar memimpin satuan pendidikan,” kata Sigit.