Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Beredar luas gambar adanya aksi balap liar dari sekelompok orang setelah Subuh tadi yang menutup jalan umum sekitar pukul 05.55 WIB. Bahkan, aksi balap liar ini tersiar secara langsung di akun TikTok 'Hariszi', dengan lokasi kejadian berada di ruas Jalan Soekarno Hatta-Mekarwangi, Kota Bandung, atau tepatnya lampu merah tembusan Jalan Inhoftank.
Aksi ini jelang mengganggu arus lalu lintas dan pengguna jalan lain pagi tadi yang sudah beraktivitas. Kapaolrestabes Bandung, Kombes Budi Sartono pun langsung memerintahkan anggotanya untuk mencari para pelaku balap liar tersebut.
"Iya monitor, sudah saya perintahkan operasi," ujarnya.
Baca juga: Resmi! Polrestabes Bandung Larang Sahur on the Road, Nekat Konvoi & Balap Liar Bakal Ditindak Tegas
Kapolrestabes Bandung sebelumnya telah melarang dengan tegas adanya kegiatan-kegiatan yang mengganggu khidmatnya beribadah puasa Ramadan, seperti sahur on the road atau SOTR selama Ramadan tahun ini. Alasannya, dikhawatirkan berpotensi mengganggu ketertiban umum dan dinilai rawan memicu tawuran atau aksi kriminalitas lainnya.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Budi Sartono mengatakan pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di Bandung selama Ramadan.
"Ya, kami melarang kegiatan sahur on the road, karena memang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, termasuk gesekan antarkelompok. Lalu, konvoi kendaraan tak tertib, sampai potensi tindak pidana lainnya," katanya.
Budi menambahkan, pengalaman tahun-tahun lalu, bahwa kegiatan sahur on the road sering disalahgunakan menjadi ajang konvoi, ugal-ugalan, hingga penggunaan knalpot brong, dan tawuran antarkelompok remaja.
"Jadi, kami imbau kepada masyarakat Kota Bandung, khususnya generasi muda laksanakan sahur dengan kegiatan positif lainnya di lingkungan masing-masing. Tak perlu turun ke jalan secara berkelompok," ujarnya
Polisi juga meningkatkan patroli selama Ramadan untuk mengantisipasi adanya aksi balap liar yang sering muncul menjelang waktu sahur atau setelah Salat Subuh.
"Kami akan tingkatkan patroli skala besar di titik-titik rawan di Bandung dengan menggandeng TNI dan unsur pemerintah daerah dalam operasi gabungan," katanya.
Baca juga: Terbongkar! Ada Taruhan Joki dan Mekanik di Balap Liar Jatinangor, Pelaku Pakai WhatsApp
Budi menegaskan, pihaknya tak segan menindak tegas pelaku balap liar sesuai aturan yang berlaku, sekaligus kendaraannya akan disita dan pelaku bisa dikenakan sanksi tilang maupun pidana jika terbukti membahayakan keselamatan orang lain.
"Kami mengajak para orangtua turut awasi anak-anaknya, utamanya pada malam hingga dini hari. Sebab, peran keluarga sangat penting. Pastikan anak-anak ada di rumah pada jam-jam rawan," katanya.(*)