FAKTA BARU Dugaan Penganiayaan Bocah NS di Sukabumi, Pengakuan Paman Mendiang Sebut Nama Ibu Tiri
Frida Anjani February 22, 2026 02:00 PM

 

SURYAMALANG.COM - Dugaan penganiayaan terhadap bocah NS asal Jampangkulon, Sukabumi, Jawa Barat, semakin menguat dengan pengakuan keluarga. 

Paman korban, Isep Mahesa, menyebut NS sempat bercerita bahwa ibu tirinya menyuruhnya minum air panas hingga mengalami luka bakar. 

Fakta ini menambah sorotan publik terhadap luka bakar. Fak kasus tragis yang menimpa bocah 12 tahun tersebut.

NS dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi memprihatinkan, dengan luka bakar dan melepuh di sejumlah bagian tubuhnya.

Kondisi tragis itu membuat sang ayah, Anwar Satibi, terpukul.

Ia mengaku syok saat melihat keadaan putranya yang telah mengalami luka parah.

Keterangan dari pihak keluarga kini menjadi bagian penting dalam pengusutan kasus yang tengah ditangani aparat kepolisian.

Pengakuan Paman Korban

Bocah asal Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat itu sontak membuat sang ayah, Anwar Satibi syok.

Betapa tidak, Anwar terkejut saat dikabari bahwa anak tunggal kesayangannya, NS masuk rumah sakit secara mendadak.

Hal yang membuat Anwar kian kaget saat melihat tubuh anaknya terluka parah dan melepuh.

Padahal sebelumnya Anwar mengetahui kondisi putranya itu dalam kondisi sehat dan ceria.

Terlebih beberapa hari lalu, Anwar masih sempat mengajak NS jalan-jalan naik mobil saat liburan pesantren.

"Pas mau puasa, diadakan libur dulu (dari pesantren) disuruh pulang ke rumah. Dalam jangka puasa mau 5 hari lagi itu anak masih sehat, jalan-jalan di mobil. Setelah itu bapaknya pergi ke Sukabumi, ibunya nelpon katanya anaknya sakit. Bapaknya pulang subuh-subuh, itu anaknya udah keadaan parah di rumah," ungkap paman korban, Isep Mahesa dilansir dari tayangan tv one news, Minggu (22/2/2026).

Anwar pun dibuat tak menyangka usai mendengar penjelasan dari dokter.

Bahwa NS terindikasi mengalami penganiayaan.

"Kata ibunya itu bilangnya sakit panas, udah dibawa di rumah sakit. Tapi begitu di rumah sakit, ada dokter bilang kepada bapaknya bahwa ini ada indikasi ada penganiayaan. Setelah itu saya sama bapaknya izin mempertanyakan ke anaknya apa memang ada penganiayaan," pungkas Isep.

Cerita Bocah NS Dianiaya Ibu Tirinya

Hingga akhirnya, Isep yang ada di rumah sakit pun langsung bertanya ke korban soal siapa yang menganiayanya.

Dengan sigap NS menunjuk ibu tirinya sebagai pelaku penganiayaan dirinya.

Diungkap NS, ia disuruh minum air panas oleh ibu tirinya serta mendapatkan kekerasan lainnya.

"Anak tersebut bisa menjawab sesuai dengan bukti yang ada di video. Almarhum disuruh minum air panas katanya sama mamanya," imbuh Isep.

Mendengar cerita korban, Isep dan Anwar syok.

Isep semakin terkejut kala mengecek tubuh korban dan ditemukan banyak luka bakar.

"Banyak luka bakar, ada yang di tangan, ada yang di paha, di belakang, pinggang, kaki, di mukanya juga di hidungnya, banyak," ungkap Isep.

Pemicu Penganiayaan

Kendati demikian, Isep tak mau buru-buru mencap ibu tiri sebagai pelaku penganiayaan NS.

Pun ketika NS dinyatakan meninggal dunia, Isep sebagai paman tetap menyerahkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

"Saya pribadi belum bisa menyebutkan siapa pelakunya, itu mungkin nanti dari penyidik, saya tidak mau menjadikan fitnah," akui Isep.

Meski begitu, Isep tak bisa meninggalkan sebuah fakta soal perangai temperamen dari ibu tiri terhadap korban.

Diceritakan oleh ayah korban yakni Anwar, putranya itu memang sempat ribut dengan anak angkat terduga pelaku yakni ibu tirinya.

Selama ini NS kabarnya kerap diperlakukan tak adil oleh ibu tirinya.

Ibu tiri tersebut bak pilih kasih dan lebih memilih sayang ke anak angkatnya ketimbang anak suaminya.

"Si ibu tirinya itu punya anak angkat dua, dan bapak ini punya anak satu. Nah di situ mungkin namanya anak ada sedikit berantem, jadi ibunya kata bapaknya itu ada keberpihakan. Jadi seolah-olah tersisihkan lah anak bapak Anwar Satibi itu (korban)," ujar Isep.

Karenanya, Isep lah yang menyarankan agar NS dimasukkan ke pesantren saja agar tidak berkonflik dengan anak angkat ibu tirinya.

"Makanya saya arahkan, daripada ribet banyak masalah di rumah tangga, udah aja (korban) dimasukkan ke pesantren," pungkas Isep.

Tak disangka justru di momen liburan pesantren tersebut, NS harus mengalami nasib pilu hingga tewas.

Tak terima anaknya meninggal dunia, Anwar berharap pelakunya dihukum berat.

"Harapan saya kalau memang terbukti siapapun itu yang melakukan kejahatan terhadap anak saya, saya minta dihukum seberat-beratnya, bila perlu hukuman mati," kata Anwar Satibi.

(SURYAMALANG.COM/TRIBUNNEWSBOGOR.COM)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.