Gelandang PSM Gledson Paixao Jadi Korban Rasisme, Pengamat Desak PSSI Bertindak
Ari Maryadi February 22, 2026 03:22 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Gelandang PSM Makassar Gledson Paixao mendapat umpatan rasisme pasca melawan Persija Jakarta.

Di laga tersebut, PSM Makassar kalah 1-2 Persija di Jakarta International Stadium (JIS), Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta, Jumat (20/2/2026) malam.

Usai pertandingan, Gledson Paixao mendapat kiriman pesan bernada rasis melalui Instagram pribadinya @g.paixao_40 dari akun Instagram @jkt_side28.

“Kalo maen lawan persija jgn caper mon***, emg nager direkrut ke sini lu?,” demikian ditulis @jkt_side28

“Protes mulu, maen kek ta*,” tambahnya.

“Mon*** mon***,” sambungya lagi ditutup dengan emoticon mon*** dan senyum.

Tindakan rasisme ini tentu mencoreng sepak bola Indonesia.

Padahal sebelum kick off pertandingan selalu dikampanyekan untuk menjunjung tinggi fair play dan lawan rasisme.

Namun, nyatanya aksi rasisme masih saja terjadi.

Menanggapi aksi rasisme ke dirinya, Gledson Paixao menyebut, rasisme bukanlah opini, melainkan kejahatan.

Rasa hormat bukanlah sebuah kebaikan, melainkan kewajiban.

“Kita semua setara dalam martabat dan nilai,” tulis Gledson Paixao di Instagram pribadinya @g.paixao_40, Minggu (22/2/2026).

Gledson Paixao bukan pemain pertama PSM Makassar mendapat perlakuan rasis dari suporter.

Bek sayap kiri PSM Makassar Victor Luiz juga pernah mendapat rasisme usai melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (27/12/2026).

Selain itu, dua pemain Malut United yang juga eks pemain PSM Makassar Yakob Sayuri dan Yance Sayuri mendapat serangan serupa.

Belum pemain-pemain lain dari beberapa klub Super League.

Namun, sampai sekarang tak ada tindakan tegas dari PSSI maupun I League melawan rasisme di sepak bola Indonesia.

Pengamat Sepak Bola Imran Amirullah, mengatakan suporter harus dewasa karena sudah berulang kali rasisme terjadi.

Seharusnya di sepak bola modern, rasisme tidak ada lagi. Sebab, pemain mencari rezeki dari sepak bola, entah itu kulit hitam maupun kulit putih.

“Kalau itu masih ada (rasisme), sangat disayangkan, karena kita berbangsa, memiliki suku bermacam-macam,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Minggu (22/2/2026).

Mantan pemain Timnas Indonesia ini menyebut, sepak bola ini alat pemersatu.

Olehnya itu, jangan dijadikan alat perpecahan.

PSSI sebagai induk federasi sepak bola Indonesia tak boleh tinggal diam melihat rasismen yang terus terjadi.

Organisasi yang diketuai oleh Erick Thohir diminta mengambil tindakan tegas terhadap pelaku rasisme.

“Kalau bisa seumur hidup dilarang masuk ke stadion karena hanya mau memecah belah dan menimbulkan kekacauan. Federasi harus bertindak tegas,” ucap Imran. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.