Kasus TBC di Kota Bandung Tertinggi Kedua di Jabar, Dinkes Temukan 18.846 Penderita Sepanjang 2025
Muhamad Syarif Abdussalam February 22, 2026 02:40 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penyakit tuberkulosis (TBC) di Kota Bandung hingga saat ini masih menjadi sorotan karena pada tahun 2025, jumlah penderitanya cukup banyak hingga menjadi yang tertinggi kedua di Jawa Barat.

Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih, mengatakan sepanjang tahun 2025 lalu jumlah kasus TBC di Kota Bandung mencapai 18.846 penderita.

"Jadi di Bandung, kita masih dikatakan banyak betul kasus TBC dan di Jawa Barat sendiri Bandung itu yang kedua terbanyak penderita TBC," ujar Dadan, Minggu (22/2/2026).

Dadan mengatakan, sebaran kasus TBC di wilayah Kota Bandung ini merata di hampir setiap kecamatan. Namun, untuk penderitanya didominasi daerah padat penduduk seperti Kecamatan Kiaracondong dan Babakan Ciparay.

"Penderitanya ada yang sudah bergejala batuk lama lebih dari 2 minggu tidak sembuh-sembuh. Dia datang ke Puskesmas, kita skrining TBC dan diketemukan positif," katanya.

Selain pasien biasa, kata dia, pihaknya juga masih menemukan beberapa ibu hamil yang positif TBC tanpa keluhan. Tapi pada umumnya, penderita TBC tersebut merupakan orang-orang yang sudah bergejala batuk lebih dari 2 minggu.

"Kemudian ada penurunan berat badan dan keringat pada malam hari itu gejala khasnya ya. Kalau muncul gejala-gejala seperti itu sebaiknya diperiksakan datang ke Puskesmas, kita screening TBC agar bisa segera dilakukan pengobatan," ucap Dadan.

Dengan kondisi tersebut, kata dia, tentunya menjadi perhatian Pemerintah Kota Bandung dan harus ada upaya penanggulangan TBC dengan melibatkan aparat kewilayahan seperti pihak kelurahan dan kecamatan.

"Tetapi kalau pengobatan TBC ini, kita harus ikuti panduan dari Kementerian Kesehatan. Panduannya kita masih menggunakan durasi pengobatan 6 bulan. Namun, 4 bulan juga mungkin saja tergantung kondisi," ujarnya.

Dia mengatakan, jika ada warga yang sudah kontak dengan penderita TBC seperti dalam satu rumah, maka harus segera diperiksa di puskesmas terdekat. Kemudian jika hasil pemeriksaan positif, maka akan segera diobati.

"Kalau dia negatif kita berikan terapi pencegahan TB namanya. Jadi, itu bisa diberikan untuk warga yang sudah kontak erat seperti kontak serumah," kata Dadan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.