Pembahasan Kunci Jawaban Aktivitas 3 PAI Kelas 9 Halaman 226 tentang Kejadian Saling Menghargai
Hendri Gusmulyadi February 22, 2026 03:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tersaji lengkap di sini, Kunci Jawaban Aktivitas 3: Kejadian Saling Menghargai PAI Kelas 9 Halaman 226 Kurikulum Merdeka.

Soal dan pembahasan dalam aktivitas ini dirancang untuk membantu siswa memahami pentingnya sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.

Pada halaman 226, Aktivitas 3 menekankan praktik nilai akhlak, termasuk menghargai pendapat teman, menghormati perbedaan, dan bekerja sama dalam berbagai situasi. Tidak sekadar menghafal jawaban, siswa diajak merenungkan makna di balik setiap tindakan yang mencerminkan akhlak mulia, sesuai pendekatan Kurikulum Merdeka.

Kunci jawaban PAI Kelas 9 hadir sebagai panduan evaluasi mandiri. Melalui pembahasan ini, peserta didik dapat menilai sejauh mana pemahaman mereka terhadap konsep menghargai orang lain serta memperbaiki kekeliruan yang mungkin terjadi.

Lebih dari sekadar penyelesaian tugas, materi ini turut membentuk karakter remaja yang disiplin, empatik, dan mampu menjaga hubungan sosial yang harmonis, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Dengan pembahasan yang runtut, siswa juga dapat melihat contoh nyata penerapan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.

Jawaban dan ulasan aktivitas ini sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan reflektif, memungkinkan siswa menilai perilaku diri sendiri maupun orang lain dengan bijaksana.

Aktivitas 3: 

1. Bagilah angota kelas menjadi beberapa kelompok. 

2. Para imam mazhab memiliki pemahamana yang berbeda atara satu dengan yang lainnya, namun mereka tetap saling menghargai perbedaan tersebut. Sebagai contoh Imam Syafi'i dan Imam Malik yang memiliki pendapat berbeda tentang doa qunut dalam salat subuh. 

3. Bersama teman satu kelompokmu, carilah riwayat yang menjelaskan bagaimana kejadian saling menghargai tersebut!

Jawaban: 

Riwayat Kejadian Saling Menghargai 

Salah satu contoh paling terkenal dari sikap saling menghargai antara imam mazhab adalah hubungan antara Imam Syafi'i dan Imam Malik. 

Dalam sebuah riwayat diceritakan, pada suatu hari Imam Syafi'i datang ke Madinah dengan tujuan untuk menuntut ilmu kepada Imam Malik. Imam Malik pun memuliakannya sebagaimana ia memuliakan orang berilmu lainnya. 

Kemudian di hadapan Imam Malik, Imam Syafi'i melantunkan bait-bait al-Muwaththa' dengan cara menghafal dan sungguh fasih. 

Bacaannya membuat Imam Malik terkagum-kagum sambari memujinya, sambil meminta Syafi'i untuk memperbanyak lagi hafalannya. Saat Imam Syafi'i tinggal di Irak, beliau mulai menyusun kitab qadim(lama)nya yang berjudul Al-Hujjah. 

Di dalam kitab Al-Hujjah inilah, beliau banyak memasukkan fatwa-fatwa atau ajaran-ajaran dari imam-imam sebelumnya, yakni imam Abu Hanifah dan Imam Maliki. Dalam kisah yang lain diceritakan saat Imam Syafi'i dan Imam Maliki saling berkunjung ke rumah masing-masing. Imam Syafi'i yang dalam ajarannya mensunnah-ab'adkan qunut dan setiap mendirikan solat subuhnya beliau selalu menggunakan qunut.

Namun, tiba saat beliau menginap di rumah Imam Malik lantas ketika solat subuh diminta menjadi Imam, beliau tidak menggunakan qunut, sebab Imam Maliki dikenal dalam ajarannya tidak pernah memakai qunut dalam solat subuhnya. 

Begitu juga saat Imam Maliki menginap di rumah Imam Syafi'i, dan diminta untuk mengimami solat subuh maka Imam Maliki akan menggunakan qunut dalam solat subuhnya untuk menghormati Imam Syafi'i yang sedang berposisi sebagai ma'mun.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.