TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Tradisi berburu takjil selalu dinanti masyarakat Indonesia saat bulan Ramadan.
Kegiatan membeli santapan berbuka puasa itu populer di kalangan warganet dengan sebutan "War Takjil".
Di Jakarta, War Takjil yang cukup ramai pedagang dan dikunjungi masyarakat ada di Kawasan Bendungan Hilir (Benhil).
Tepatnya di Balai Warga RW 01 Benhil, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Di lokasi tersebut, berdiri Pasar Takjil Ramadan yang menjual berbagai macam santapan berbuka.
Safi'i pedagang takjil di Benhil mengatakan, bazar sudah mulai buka dan ramai sejak jam 2 siang.
Para pembeli akan terus berdatangan pembeli hingga menjelang buka puasa.
"Dari siang jam 2 udah ada yang beli," kata Safi'i, Minggu (22/2/2026).
"Pokoknya sebelum buka biasanya udah abis (dagangan)," tambahnya.
Pasar Takjil Benhil berdiri di lapak tenda yang ada di pelataran gedung balai wara.
Di bawahnya berjajar meja dagangan beraneka ragam jajanan.
Area pasar memang tidak begitu luas, tetapi pilihan jajanan yang disajikan cukup komplit.
Ada kudapan khas takjil seperti gorengan, lontong, bihun dan sejenisnya.
Pasar Takjil Benhil juga menyediakan menu makanan berat, seperti misalnya ayam bakar, goreng bahkan masakan khas Padang.
Tak hanya itu, jajanan tradisional seperti bubur sum-sum, ketan hitam, siomay, batagor, surabi, pempek sampai dimsum pun ada.
Safi'i mengaku sudah berjualan takjil di Benhil cukup lama.
Ia menjual berbagai jenis gorengan, lengkap dengan lontong dan bihun yang harganya terjangkau.
Menurut dia, hampir semua jajanan di Pasar Takjil Benhil memiliki harga terjangkau.
Hal ini juga yang menjadi daya tarik masyarakat untuk datang ramai-ramai ke sana.
"Harganya ada yang 2.000-an sampai puluhan ribu, pokoknya terjangkau lah," kata Safi'i.
Pembeli yang datang di Pasar Takjil Benhil tidak hanya warga sekitar Jakarta Pusat.
Mereka ada yang berasal dari Jakarta Barat, Jakarta Timur, Utara, Selatan bahkan Tangerang.
Dari berjualan takjil selama Ramadan, Safi'i mengaku mendapatkan berkah rejeki cukup berlimpah.
Penghasilannya selama satu bulan penuh berjualam takjil bisa menenbus belasan juta.
"Omzet privasi ya, tapi kalau perkiraan dua digit (belasan juta) lah selama sebulan," ucap Safi"i.
Baca juga: Masjid Fatahillah Balai Kota Hidupkan Ramadan dengan Kajian dan Tarawih, Siapkan Takjil Gratis
Baca juga: Polisi Minta Aksi Bagi Takjil Tak Bahayakan Lalu Lintas Selama Ramadan 2026
Baca juga: Pedagang Takjil di Jakbar Tak Naikkan Harga Meski Bahan Pokok Mahal, Ganti Cabai dengan Bumbu Kacang