3 Katering Jatim Bakal Suplai Makanan saat Haji 2026, Khofifah Ucap Terima Kasih untuk Raja Salman
Eko Darmoko February 22, 2026 03:46 PM

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memastikan tiga usaha katering dari Jawa Timur akan menyuplai makanan untuk para jemaah haji tahun 2026.

Hal itu menjadi kabar gembira lantaran sebelumnya Pemprov Jatim berupaya bisa ikut menyuplai makanan pada musim haji terutama karena jemaah haji asal Indonesia yang begitu banyak jumlahnya.

Untuk itu pihaknya menyampaikan terima kasih pada Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud atas diizinkannya pendirian kampung haji untuk Indonesia di Makkah dan Jatim menjadi salah satu yang menyuplai makanan di sana.

“Jadi kita sampaikan terima kasih secara khusus kemarin kita mendapatkan hadiah kurma dari Raja Salman."

"Dan terima kasih lagi Indonesia diperbolehkan untuk membuat kampung haji di Makkah,” kata Khofifah seusai acara penyerahan hadiah kurma dari Raja Salman, Sabtu (21/2/2026) malam.

“Ini adalah kesempatan luar biasa yang diberikan Raja Salman kepada Indonesia dan pada musim haji ini ada tiga katering di Jatim yang mendapatkan kesempatan suplai logistik di musim haji,” ujarnya.

Baca juga: Gubernur Khofifah Buka Peluang Kerja Sama Sister Province Antara Jatim-Samarkand Uzbekistan

Sebelumnya, Gubernur Khofifah sempat mengutarakan dan menawarkan agar Jatim bisa menyuplai makanan untuk jemaah haji pada Menteri Haji dan Umroh RI KH M Irfan Yusuf saat hadir ddi Gedung Negara Grahadi akhir tahun 2025.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menawarkan kesiapan Jatim untuk menyuplai kebutuhan permakanan untuk jemaah haji dan umroh di Arab Saudi.

“Kami siap mensuplai produk makanan siap makan atau Ready To Eat (RTE) sehingga bisa dikonsumsi jemaah haji dan umroh dari Indonesia selama melaksanakan ibadah di Tanah Suci,” ujarnya.

Produk permakanan Ready To Eat, lanjut Gubernur Khofifah, telah banyak di gunakan di Jatim yang di packaging dalam bentuk kemasan yang terjamin dan tersertifikasi halal.

Tak hanya menawarkan, dalam kesempatan itu Gubernur Khofifah juga turut menyajikan sejumlah contoh produk makanan RTE yang diproduksi di Pandaan Pasuruan.

“Makanan dalam Ready To Eat biasanya kami berikan dalam bentuk kaleng yang bisa segera di makan oleh para jemaah haji Indonesia saat melaksanakan ibadah haji dan umroh,” terangnya.

RPH Halal

Di Jatim, terdapat banyak produk halal, 52 Rumah Potong Unggas (RPU), 127 Rumah Potong Hewan (RPH) yang telah tersertifikasi halal.

Oleh karenanya, berbagai bentuk dan suplai makanan Ready To Eat dari Jatim diyakini akan mendukung seluruh aktifitas jemaah haji dalam pemenuhan makanan.

“Kita harus bisa berkontribusi menyuplai kebutuhan permakanan export ke Jeddah."

"Jangan sampai permakanan jatuh ke negara lain yang belum memiliki sertifikasi halal,” terangnya.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Khofifah meminta Kementerian Haji dan Umroh memastikan produk makanan siap saji seperti apa saja yang bisa masuk Arab Saudi.

Nantinya, Pemprov Jatim bersama para pengusaha industri halal akan segera menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan sehingga bisa dikirim ke Arab Saudi.

Gubernur Khofifah meyakini jika permakanan seperti Ready To Eat bisa dilaksanakan akan mendongkrak dan menggeliatkan sektor UMKM.

“Kami berharap Kemenhaj dan Umroh bisa mendetailkan item item apa saja dibutuhkan. Saya yakin bisa menggerakkan sektor UMKM di Jatim,” harapnya. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.