TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sejumlah rumah makan muslim di Kota Pekanbaru, tetap membuka usahanya pada siang hari selama bulan Ramadhan.
Kondisi ini dilakukan untuk melayani para pekerja dan warga yang tidak menjalankan ibadah puasa karena alasan tertentu.
Salah satunya rumah makan Ampera milik Ajo Sihen yang berada di wilayah Kulim.
Pada siang hari, rumah makan tersebut tampak tetap melayani pembeli, terutama sopir truk pengangkut pasir dan tanah yang melintas di kawasan itu.
Ajo Sihen mengatakan, banyak pekerja lapangan yang membutuhkan makan siang karena aktivitas fisik yang berat.
Menurutnya, sebagian dari mereka tidak berpuasa karena kondisi pekerjaan maupun alasan kesehatan.
"Orang butuh makan juga, makanya kita sediakan makanan di rumah makan kita," ujar Ajo Sihen saat ditemui, Minggu (22/2/2026).
Baca juga: Pemprov Riau Buka Posko Pengaduan, THR Wajib Cair Paling Lambat 8 Maret
Ia menjelaskan, selama Ramadhan rumah makannya tetap menghormati umat muslim yang berpuasa dengan menutup bagian depan menggunakan tirai. Langkah itu dilakukan agar aktivitas makan di dalam tidak terlihat dari luar.
"Yang jelas saya tutup pakai tirai. Ini bentuk penghargaan kita kepada yang berpuasa," tambahnya.
Terkait adanya larangan dari pemerintah daerah mengenai operasional rumah makan di siang hari selama Ramadhan, Ajo Sihen mengaku mengetahui aturan tersebut.
Namun, ia tetap membuka usahanya karena kebutuhan ekonomi keluarga.
"Selain memang dibutuhkan, kita juga cari uang untuk keluarga saat Ramadhan," ungkapnya.
Sementara itu, seorang sopir truk pengangkut pasir yang makan di tempat tersebut mengaku tidak sedang berpuasa karena menderita penyakit lambung sejak lama. Ia mengaku tidak sanggup menahan lapar dalam kondisi kesehatannya.
"Kita bersyukur juga ada rumah makan buka, karena memang kami tidak berpuasa dan kami tidak mengganggu masyarakat yang lain sedang berpuasa, susah cari orang jual makan kan," ujarnya.
( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)