TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO – Ketenangan warga Kampung Pandansari, Kelurahan Kertek, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, pecah oleh suara dentuman keras yang bersumber dari sebuah warung mie ayam pada Jumat (20/2/2026) menjelang tengah malam.
Sebuah petasan rakitan meledak hebat hingga getarannya digambarkan menyerupai ledakan bom.
Insiden ledakan petasan Wonosobo ini terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Pemilik warung mie ayam, Imron, menceritakan bahwa sebelum kejadian, sejumlah remaja—termasuk korban FR—datang ke lokasinya sekitar pukul 21.00 WIB.
Kedatangan mereka bertujuan untuk mempersiapkan peralatan guna membantu membangunkan sahur warga sekitar.
Namun, saat Imron sedang sibuk di dapur menyiapkan dagangan mie ayam kemasannya, suara ledakan dahsyat tiba-tiba menggelegar dari bagian depan warungnya.
"Tiba-tiba terdengar suara ledakan keras yang mengejutkan. Suaranya mirip seperti bom yang meledak," ujar Imron memberikan kesaksian, Sabtu (21/2/2026).
Baca juga: Nekat Rakit Petasan Pakai Mesin Gerinda, Remaja di Wonosobo Alami Luka Bakar Akibat Ledakan
Kerasnya suara ledakan tersebut sempat memicu kepanikan warga di sekitar Kampung Pandansari.
Pasalnya, kekuatan ledakan tidak hanya mencederai korban, tetapi juga menimbulkan getaran yang cukup terasa di area warung milik Imron.
Api dari Percikan Mesin Gerinda
Berdasarkan penyelidikan awal, ledakan dipicu oleh penggunaan mesin gerinda saat para remaja tersebut merakit petasan.
Percikan api dari alat pemotong besi tersebut diduga menyambar bahan peledak hingga terjadi reaksi kimia instan yang merusak.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadan Hari Keempat di Kabupaten Kebumen, Minggu 22 Februari 2026
Peristiwa di Kelurahan Kertek ini menambah daftar panjang insiden kecelakaan akibat bahan peledak rakitan menjelang bulan suci Ramadan.
Niat mulia untuk persiapan bangunkan sahur justru berubah menjadi tragedi akibat kurangnya pengawasan dan penggunaan alat yang sangat berisiko.
Pihak kepolisian setempat telah memasang garis polisi di lokasi kejadian guna melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait jumlah bahan peledak yang digunakan serta dampak kerusakan pada bangunan warung tersebut. (ima/sal)