Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo memastikan pembangunan landasan bandara khusus di Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, NTT bakal tuntas dalam waktu dekat.
Saat ini, Pemkab TTU sedang mempersiapkan proses pengerasan terhadap landasan bandara tersebut.
Pasalnya, bandara tersebut mengalami kemiringan struktur tanah.
"Sehingga kita harus timbun untuk kemudian kita ratakan dulu, sambil menunggu kedatangan pesawat," ujarnya Minggu (22/2/2026).
Baca juga: Pelaku Penganiayaan di Kelurahan Sasi, TTU Disangkakan Melanggar Pasal 351 dan 170 KUHP
Ia menjelaskan, pesawat yang bakal melakukan ujicoba penerbangan sekaligus melayani rute Kefamenanu-Kupang dalam persiapan untuk datang ke Kota Kupang.
Apabila landasan bandara sudah disiapkan maka, akan dilakukan uji coba pendaratan awal.
"Sebelum melakukan pelayanan untuk bandara khusus dalam hal ini pelayanan dengan kapasitas terbatas," ungkap Falentinus.
Falentinus menegaskan bahwa, bandara tersebut adalah bandara perintis dengan melayani penerbangan perintis. Diharapkan semua proses persiapan bandara ini berjalan dengan baik.
Kendati dalam kondisi hujan, namun proses persiapan dan pengerasan landasan terus dilakukan sambil mempersiapkan segala sesuatunya. Apabila sudah tuntas maka ujicoba sudah bisa dilaksanakan.
Ia kembali menegaskan bahwa, pada Bulan Maret 2026 mendatang landasan bandara tersebut bakal dilakukan hotmix.
Sebelumnya, pada Senin, 19 Januari 2026 lalu Falentinus mengatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Dalam pertemuan tersebut pihak Kemenhub telah menyetujui pengaktifan kembali Bandara di Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, NTT.
"Kita diberikan izin untuk bandara di Kabupaten TTU itu menjadi bandara khusus untuk pesawat kecil, pesawat perintis," ujarnya.
Dengan demikian, pesawat tersebut bisa memberikan pelayanan dengan kapasitas terbatas. Pesawat ini bakal memuat 12 sampai 24 penumpang.
Dalam upaya menindaklanjuti hal ini, Falentinus telah melakukan pertemuan bersama pihak BRIN. Pertemuan ini bertujuan menyewa pesawat milik BRIN untuk memberikan pelayanan penerbangan di Kabupaten TTU.
Di sisi lain, langkah tersebut dimaksudkan agar harga tiket di Kabupaten TTU terjangkau. Apabila terwujud, harga tiket Kefamenanu-Kupang bisa di bawah Rp. 600.000.
"Karena di samping kita subsidi, kita juga dapat harga murah," ungkapnya.
Pihak Kemenhub, kata Falentinus, memberikan meminta agar pesawat tersebut bakal mendarat setelah bandara dipersiapkan. Persiapan ini meliputi pagar keliling dan persiapan landasan.
Ia menjelaskan, rencananya penerbangan perdana bakal dilaksanakan setelah runway bandara dan pagar tuntas dikerjakan.
Oleh karena itu, Pemkab TTU bakal melakukan percepatan persiapan pembangunan landasan bandara dan pagar keliling. Sembari melakukan persiapan, Pemkab TTU di satu sisi sedang menanti persetujuan administrasi yang diajukan.
"Beberapa persyaratan yang mereka minta sudah kita siapkan sehingga, setelah selesai pekerjaan runway dan pagar, administrasi juga sudah selesai sudah bisa berjalan," ucapnya.
Pemkab TTU sedang menuntaskan komitmen untuk membuka akses transportasi udara dalam rangka mempermudah akses menuju ke Kota Kupang. Selama ini masyarakat Kabupaten TTU harus menempuh perjalanan selama 5 sampai 6 jam untuk pergi ke Kota Kupang melalui alat transportasi darat seperti bis.
Pemda TTU menghadirkan penerbangan perintis di Kabupaten TTU ini bertujuan mengurangi akses keterbatasan transportasi udara sekaligus mempersingkat waktu perjalanan ke Kota Kupang.
"Banyak yang saya alami selama menjabat, tamu itu datang karena aksesnya jauh, bayangannya jalan putar-putar kemudian jalan sampai 4 jam, kebanyakan mereka minta ketemunya di Kupang," ucapnya.
Mengingat Kabupaten TTU memiliki lahan bandara maka, kata Falentinus, pihaknya memikirkan langkah untuk mengaktifkan kembali bandara tersebut sehingga akses transportasi ke depan bisa menjangkau semua sektor.
Sejauh ini, pelayanan penerbangan di Kabupaten Belu sebanyak 3 kali dalam sepekan. Jika intensitas penerbangan di Kabupaten TTU berjalan setiap hari maka, tidak menutup kemungkinan penerbangan Kefamenanu-Kupang bakal menjadi alternatif.
Apabila sudah tuntas, ujar Falentinus, pihaknya akan segera melapor ke maskapai untuk dilakukan uji coba pendaratan perdana pesawat perintis. Kapasitas pesawat perintis perdana sebanyak 12 dan 24 orang penumpang. Jenis pesawat yang bakal melayani penerbangan Kefamenanu-Kupang yakni Pesawat CASA dan Cessna Caravan.
"Pihak maskapai sudah oke, AirNav sudah oke, kemudian pihak terkait yang berhubungan dengan bandara sudah oke semua," ungkapnya.
Pemkab TTU akan membangun ruang tunggu sementara untuk melayani penerbangan tersebut. Sementara penjualan tiket akan dilakukan kerja sama dengan Jabal Mart.
Pemkab TTU akan memagari semua lokasi bandara. Hal ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan.
Setelah dibangun pagar keliling, Pemkab TTU akan membangun akses jalan untuk masyarakat yang bermukim di sekitar bandara tersebut. (bbr)