TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Palopo bersama BPR Hasamitra menggelar Malam Mitra Harmoni Tahun Baru Imlek 2026 yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama.
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Rasdiana Center, Jalan Durian, Kelurahan Lagaligo, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan pada Minggu (22/2/2026).
Hampir seluruh tamu yang hadir mengenakan pakaian bernuansa merah khas Imlek.
Gedung acara pun didekorasi dengan ornamen bernuansa merah yang identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek.
Kegiatan tersebut diawali dengan penampilan instrumen musik angklung.
Setelah itu, tamu undangan mendengar ceramah jelang buka puasa yang dibawakan Ustadz Mustakim.
Saat memasuki waktu berbuka, tamu undangan yang melaksanakan ibadah puasa bersegera berbuka.
PSMTI menampilkan hiburan barongsai saat tamu undangan berbuka puasa.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PSMTI Sulsel Thiawudy Wikarso, Wakil Wali Kota Palopo Akhmad Syarifuddin, Dandim 1403 Palopo Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro serta Forkopimda Palopo.
Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin sangat mengapresiasi PSMTI atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Tentu kami pemerintah sangat mengapresiasi dan berterima kasih karena kawan-kawan telah menjaga harmoni yang baik. Terima kasih kepada PSMTI yang menjadi inisiator sehingga kegiatan ini bisa dilaksanakan bersama. Ini wujud toleransi sejati yang harus terus kita kedepankan,” ujar Akhmad Syarifuddin kepada Tribun-Timur.com.
Ia menambahkan, pemerintah akan mendorong lebih banyak kegiatan yang melibatkan seluruh stakeholder sebagai bagian dari komitmen menjaga toleransi.
“Kami berharap PSMTI dan teman-teman yang lain ikut mendorong serta men-trigger agar pergerakan dan pertumbuhan ekonomi kita senantiasa berjalan dengan baik. Di samping mendorong UMKM, arahnya tentu pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Itu menjadi harapan kami, mudah-mudahan semua bisa membantu masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PSMTI Palopo yang diwakili pengurusnya, Robin Aser, mengatakan perayaan imlek tahun ini terasa berbeda karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
“Malam hari ini ada sedikit perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya karena bertepatan dengan bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah dan ampunan. Karena itu, kami rangkai dengan acara buka puasa bersama saudara-saudara kita yang Muslim,” ucap Robin Aser.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan membangun harmonisasi sebagai wujud penghargaan dan toleransi yang telah lama dijaga di Tana Luwu, dengan falsafah: Sipakatau (memanusiakan manusia), Sipakalebbi (saling menghargai/memuliakan), dan Sipakainge (saling mengingatkan).
Prinsip tersebut, kata Robin menciptakan harmoni, menjaga martabat, dan menjadi pedoman hidup untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.
Robin juga menyinggung dominasi warna merah pada dekorasi gedung.
Menurutnya, merah merupakan warna favorit masyarakat Tionghoa karena melambangkan vitalitas, kebahagiaan, dan keberuntungan.
Dalam berbagai peristiwa sukacita seperti syukuran dan pernikahan, warna merah sangat dominan.
Merah juga melambangkan keberanian, pantang menyerah, dan karakter yang kuat.
Sementara, Ketua PSMTI Sulawesi Selatan, Thiawudy Wikarso, menegaskan Imlek bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Tionghoa.
“Imlek adalah simbol harapan baru, semangat baru, dan tekad baru untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik. Lentera yang menyala bukan hanya memperindah suasana, tetapi melambangkan cahaya harapan di tengah perjalanan hidup kita,” kata Thiawudy dalam sambutannya.
Ia menambahkan, perayaan Imlek tahun ini terasa semakin istimewa karena berlangsung di bulan suci Ramadan.
“Perpaduan dua momentum besar ini mengajarkan nilai yang sama tentang introspeksi diri, memperkuat iman, mempererat silaturahmi, dan berbagi kepada sesama. Inilah indahnya Indonesia. Di Kota Palopo, kita merayakan keberagaman bukan sebagai perbedaan yang memisahkan, tetapi sebagai kekayaan yang menyatukan,” katanya.
Menurutnya, Ramadan mengajarkan kesabaran dan kepedulian, sementara Imlek mengajarkan kerja keras dan harapan.
Keduanya bertemu dalam satu nilai universal, yakni kebaikan.
PSMTI, lanjutnya, hadir bukan hanya sebagai organisasi sosial kemasyarakatan Tionghoa, tetapi sebagai bagian utuh dari bangsa Indonesia yang terus berkontribusi menjaga harmoni serta mempererat persatuan lintas suku dan agama.
Di tengah dinamika sosial dan tantangan ekonomi, ia mengajak seluruh pihak menjadikan Imlek dan Ramadan sebagai momentum memperkuat solidaritas, membantu yang lemah, memberdayakan pelaku usaha kecil, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.
“Atas nama PSMTI Sulawesi Selatan, saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek. Semoga tahun ini membawa kesehatan, kedamaian, keberkahan, dan kesejahteraan bagi kita semua. Kepada saudara-saudara Muslim, selamat menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Semoga amal ibadah kita diterima dan membawa kebaikan bagi kehidupan bermasyarakat. Gong Xi Fa Cai, Wan Shi Ru Yi,” tutupnya. (*)
Laporan Wartawan Kontributor Tribun-Timur: Andi Bunayya Nandini