TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO – Tindakan berbahaya merakit petasan menggunakan peralatan mesin berujung petaka di wilayah Pandansari, Kelurahan Kretek, Kecamatan Kretek, Kabupaten Wonosobo.
Seorang remaja berinisial FR menderita luka bakar serius setelah bahan peledak yang tengah dirakitnya meledak hebat pada Kamis (19/2/2026).
Insiden ledakan petasan Wonosobo ini dipicu oleh penggunaan alat yang tidak semestinya dalam mengolah bahan peledak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bersama seorang rekannya diketahui sedang membuat petasan menggunakan mesin gerinda pemotong besi.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadan Hari Keempat di Kabupaten Kebumen, Minggu 22 Februari 2026
Diduga kuat, percikan api yang muncul dari putaran mesin gerinda tersebut menyambar bubuk petasan di lokasi kejadian. Seketika, ledakan tak terhindarkan dan langsung mengenai tubuh korban.
"Percikan api dari mesin gerinda diduga kuat memicu bahan peledak hingga terjadi ledakan," tulis laporan awal kejadian di wilayah Pandansari tersebut.
Luka Bakar
Akibat peristiwa remaja rakit petasan meledak tersebut, FR harus mendapatkan perawatan medis akibat luka bakar yang dideritanya.
Beruntung, nyawa korban masih dapat terselamatkan meskipun mengalami cedera pada bagian tubuhnya.
Kejadian ini kembali menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya para remaja, mengenai bahaya petasan rakitan.
Baca juga: Nekat Beraksi Saat Warga Sahur, Pelaku Curanmor di Desa Tayem Cilacap Diringkus Polisi
Penggunaan bahan peledak secara ilegal tanpa standar keamanan tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa pelakunya maupun orang di sekitarnya.
Pihak berwenang setempat terus mengimbau warga untuk menjaga keamanan Ramadan Wonosobo dengan menjauhi aktivitas pembuatan petasan.