104 Perumahan di Jember Rawan Banjir, Satgas Tata Ruang Siapkan Penertiban Pengembang
Arie Noer Rachmawati February 22, 2026 07:14 PM

 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Satuan gugus tugas (Satgas) Infrastruktur dan Tata Ruang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur telah memetakan kawasan perumahan rawan terdampak bencana banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edy Budi Susilo mengungkapkan, ada sekitar 104 perumahan masuk daerah rawan banjir.

Hasil identifikasi sementara, kata Edy, ada 13 perumahan bercokol di bantaran sungai, sehingga warga yang tinggal disitu selalu terdampak banjir luapan sungai setiap tahun.

"13 sudah kami identifikasi dan 91 akan kami lakukan survei. Nanti akan kami putusan, apakah posisinya melanggar sepadan atau tidak. Karena itu sesuai yang terjadi," ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Menurutnya, hal ini merupakan kesempatan untuk melakukan penertiban pengembang yang nakal, supaya tidak merugikan kreditur perumahan.

"Momentum ini merupakan kesempatan untuk menertibkan hal-hal mengganggu (hingga mengakibatkan bencana) akibat ulah manusia," ulas Edy.

Satgas akan melakukan pemeriksaan dokumen perizinan perubahan tersebut, hingga pemerintah sertifikatnya. 

Kata Edy, untuk memastikan sesuai prosedur atau tidak.

"Ini sesuatu yang komprehensif, oleh karena itu yang sudah terjadi (bencana) akan kami lihat dan cek lagi untuk kami betulkan. Sementara yang belum terjadi kami minta untuk tertib lagi, tentunya hal ini oleh Dinas PTSP," papar Anggota Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang Pemkab Jember ini.

Baca juga: Menteri PU Soal Pembangunan Flyover Simpang Empat Mangli Jember: Antara Perlu dan Tidak Perlu 

Baca juga: DPRD Jember Soroti Anggaran Influencer Ratusan Juta di Dinas Pertanian: Harusnya buat Mitigasi

Warga Ingin Hunian Aman dan Layak

Sementara, Udin warga Perumahan Villa Indah Tegalbesar mengaku hanya ingin mendapatkan hunian yang aman dan layak. 

Sejak perumahannya dampak banjir sebanyak dua kali, dia merasa tertipu sebagai kreditur perumahan.

"Sebagai konsumen perumahan, kami merasa tertipu. Kami berterima kasih kepada bupati melalui satgas, untuk mengutamakan korban," tanggapnya.

Mengingat insiden banjir luapan sungai di Perumahan Vila Indah Tegalbesar pada 15 Desember 2025. 

Udin mengungkapkan sebanyak 71 kepala keluarga lingkungan tersebut yang terdampak.

"Sementara saat banjir pada Februari kemarin, ada kisaran 15 KK yang terdampak," ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.