Tribunlampung.coi.id, Bandar Lampung - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandar Lampung melakukan pemetaan wilayah rawan kejahatan sebagai langkah antisipasi meningkatnya tindak kriminalitas, khususnya selama bulan Ramadan 2026.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Gigih Andri Putranto mengatakan, pemetaan dilakukan melalui program Kring Serse dengan menempatkan personel secara spesifik di titik-titik yang dinilai rawan.
“Melalui program Kring Serse, kami menempatkan personel di lokasi-lokasi rawan kejahatan,” ujar Gigih, Minggu (22/2/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah titik yang menjadi fokus pengamanan antara lain kawasan perbankan, pemukiman warga, hingga pertokoan. Dengan pemetaan tersebut, diharapkan tindak pidana seperti pencurian kendaraan bermotor (curanmor) maupun kejahatan lainnya dapat diminimalisir.
Selain penempatan personel, petugas juga menerapkan metode pendekatan spasial atau berbasis lokasi untuk menekan modus operandi para pelaku kejahatan. Langkah ini sekaligus bertujuan menekan angka kejahatan jalanan yang kerap meresahkan masyarakat.
“Pemetaan ini untuk membagi wilayah rawan, mengidentifikasi residivis, serta mengungkap jaringan penadah,” jelasnya.
Satreskrim Polresta Bandar Lampung bersama jajaran polsek juga memetakan potensi gangguan keamanan lainnya, seperti tawuran remaja, balap liar, pencurian, hingga aksi premanisme.
Sebanyak 370 personel dikerahkan untuk menjaga 45 masjid selama Ramadan guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah salat tarawih dengan aman dan khusyuk.
“Dengan program Kring Serse, kami mengantisipasi curat, curanmor, dan curas. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan call center 110,” pungkas Gigih.
(Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )