Pengakuan Ibu Tiri Seusai NS Tewas dengan Tubuh Melepuh, "Saya Tidak Kejam"
Noval Andriansyah February 22, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Sukabumi - Pengakuan mengejutkan ibu tiri inisial TR, seusai anaknya NS (12) tewas dengan kondisi tubuh melepuh akibat luka bakar serta luka-luka di beberapa bagian.

TR membantah jika ia melakukan penganiayaan terhadap NS hingga bocah 12 tahun itu menghembuskan nafas terakhirnya.

Namun demikian, penjelasan yang disampaikan TR sungguh tak masuk akal.

Bocah asal Kabupaten Sukabumi, berinisial NS (12) meninggal dunia setelah diduga dianiaya oleh ibu tirinya, TR.

Sebelum meninggal dunia, NS sempat dilarikan ke rumah sakit.

Baca juga: Misteri Luka Bakar di Tubuh Bocah yang Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi

Di video yang viral, tampak di sekujur tubuh NS dipenuhi luka bakar melepuh.

Tak cuma itu, terdapat juga sejumlah luka lebam yang membiru.

NS lalu ditanya penyebab luka-luka di tubuhnya.

Dengan suara terbata-bata, NS menyebut luka-luka tersebut akibat perbuatan ibu tirinya.

"Mamah," kata NS pelan.

Mendengar pengakuan itu, Anwar Satibi (38) ayah NS langsung meradang.

Ia mencoba untuk menyerang TS, namun segera dicegah oleh sejumlah orang.

Pengakuan Ibu Tiri

TR mengaku tidak pernah menyiram air panas atau meminta meminumkannya kepada almarhum seperti yang dituduhkannya saat ini terhadap dirinya. 

"Saya berharap semoga ada kemukjizatan dari yang Mahakuasa karena bukan seperti ini yang saya harapkan, dan tidak sekejam itu seperti yang dituduhkan oleh para netizen."

"Netizen itu memang yang mahabenar segalanya, tetapi kan tidak seperti itu sebenarnya, bukan kaya begitu," kata NS dalam keterangan voice-nya saat dihubungi Kompas.com via WhatsApp, Sabtu (21/2/2026) malam. 

TR mengeklaim bahwa luka melepuh yang ada pada beberapa bagian tubuh NS disebabkan akibat panas yang melanda NS. 

"Terkait penyiraman yang kaya gitu, itu tidak benar dan tidak ada, jujur itu kalaupun ada kulit yang melepuh (pada NS), itu faktor dari panas dalam gitu, terus akibat (ada dugaan penyakit yang diderita NS), jadi tidak ada yang namanya penyiraman air panas, ataupun minum air panas tidak pernah ada, saya tidak kejam seperti yang dituduhkan netizen," lanjut TR.

TR mengaku bahwa telah merawat NS sejak duduk di kelas 3 SD. 

Kini, TR pasrah atas apa yang telah terjadi.

TR kemudian menegaskan kembali, bahwa ia tidak melakukan soal penyiraman air panas seperti yang dituduhkan itu. 

Dia berujar bahwa kini tinggal waktu yang menjawab. 

"Biar waktu yang menjawab semuanya, biar waktu yang menjawab segalanya seperti apa kebenaran dan keasliannya," ujar TR. 

Hasil Autopsi

Hasil autopsi menunjukkan bahwa pada tubuh korban terdapat luka bakar di sekujur tubuh, lengan, kaki, paha, tangan, serta punggung. 

Selain itu, luka pada korban juga terdapat di area bibir dan hidung, yang diduga karena luka bakar.

Dari luka tersebut, dokter forensik belum bisa memastikan apakah hal itu terjadi karena penganiayaan atau bukan. 

Namun, ada dugaan terkena panas yang kemudian menyebabkan luka bakar. 

Kini, tim dokter forensik masih menunggu hasil laboratorium dari sampel paru-paru dan jantung milik korban yang dibawa ke laboratorium. 

Pemeriksaan sampel itu juga memerlukan waktu sekitar 5 hingga 7 hari.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.