TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Banjir merendam sejumlah rumah warga di Lingkungan I Kelurahan Sario Utara, Kecamatan Sario, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (15/2/2026).
Saat itu, ketinggian banjir sekitar 30 cm.
Warga bernama Anis Hunowu (73) menjadi salah satu korban.
Ia menyebut salah satu penyebabnya adalah pemukiman di atas saluran air.
Hal itu menghambat aliran air saat hujan deras turun.
Ia mengungkapkan bahwa beberapa rumah di bagian belakang permukiman dibangun tepat di atas saluran air.
Kondisi tersebut membuat air tidak dapat mengalir dengan lancar dan akhirnya meluap ke permukiman warga ketika curah hujan tinggi.
“Ada beberapa warga yang tinggal di bagian belakang, itu di atas saluran air. Jadi kalau hujan, air tidak bisa mengalir, malah meluap,” ujar pensiunan PNS Kantor Pertanahan ini, beberapa waktu lalu.
Pemerintah sebenarnya telah memberikan solusi berupa ganti rugi dan penyediaan tempat tinggal baru di wilayah Sumompo.
Namun, hingga kini sebagian warga yang terdampak belum juga berpindah ke lokasi yang telah disediakan.
“Mereka sudah dikasih ganti rugi dan tempat tinggal di Sumompo, cuma sampai sekarang tidak pernah pindah,” katanya.
Anis juga menuturkan bahwa pada tahun 1990-an sempat ada program sertifikasi tanah di Sumompo untuk mendukung relokasi warga.
Namun, program tersebut tidak sepenuhnya dimanfaatkan.
“Waktu itu kami ada program sertifikasi tanah di Sumompo sekitar tahun 90-an, cuma tidak mau pindah. Malah tanah dan bangunan di sana mereka jual-jualin lagi,” tambahnya.
Baca juga: Rangkuman Materi Pendidikan Pancasila Kelas 8 SMP Bab 5 B, Pelaksanaan Wawasan Nusantara
Baca juga: Lirik Lagu Jangan Rendahkan Aku - Thomas Arya, Aku Mengerti Siapa Aku Di Hatimu
Anis berharap pemerintah bisa mencari solusi terkait saluran air yang terus meluap.
Baginya, bantuan apapun tak akan memberi dampak berarti selama masalahnya tidak diselesaikan.(*)