Rangkuman Materi Pendidikan Pancasila Kelas 8 SMP Bab 5 B, Pelaksanaan Wawasan Nusantara
Yeshinta Sumampouw February 22, 2026 07:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut rangkuman materi Pendidikan Pancasila untuk SMP kelas 8 tentang Pelaksanaan Wawasan Nusantara.

Materi ini dibahas dalam Bab 5 Bagian B buku Pendidikan Pancasila untuk kelas 8 SMP dengan tema "Merawat Keutuhan Bangsa dan Negaraku."

Buku tersebut diterbitkan oleh Kemdikbudristek Republik Indonesia pada tahun 2023 dan tersedia secara daring melalui laman buku.kemendikdasmen.go.id. Simak ringkasan materinya:

Pelaksanaan Wawasan Nusantara

1. Pelaksanaan Wawasan Nusantara dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Wawasan Nusantara sebagai kesatuan politik memberikan pemahaman tentang kesepakatan bangsa yang meliputi:

  • Pancasila
  • UUD NRI Tahun 1945
  • Bhinneka Tunggal Ika
  • NKRI

Makna Wawasan Nusantara sebagai Kesatuan Politik:

Wawasan Nusantara sebagai Kesatuan Politik

a) Kedaulatan wilayah nasional beserta seluruh isi dan kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah yang utuh.

b) Bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, bahasa daerah, agama, dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa merupakan satu kesatuan bangsa yang bulat dalam arti luas.

c) Bangsa Indonesia harus merasa satu, senasib, sepenanggungan, sebangsa, dan setanah air.

d) Pancasila merupakan satu-satunya ideologi dan falsafah bangsa serta negara.

e) Seluruh wilayah Nusantara merupakan satu kesatuan politik yang diselenggarakan berdasarkan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945.

f) Seluruh kepulauan Nusantara merupakan satu kesatuan sistem hukum.

g) Bangsa Indonesia yang hidup berdampingan dengan bangsa lain turut berperan dalam menciptakan ketertiban dunia.

Makna Wawasan Nusantara sebagai Kesatuan Ekonomi

a) Wilayah Nusantara merupakan modal dan milik bersama bangsa Indonesia, serta kebutuhan hidup sehari-hari harus tersedia secara merata di seluruh wilayah tanah air.

b) Tingkat perkembangan ekonomi di setiap daerah harus berlangsung secara serasi dan seimbang.

c) Kehidupan perekonomian diselenggarakan sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

Makna Wawasan Nusantara sebagai Kesatuan Sosial Budaya

a) Masyarakat Indonesia adalah satu kesatuan, sehingga kehidupan bangsa harus berlangsung secara serasi dengan tingkat kemajuan yang sama, merata, dan seimbang.

b) Budaya Indonesia pada hakikatnya merupakan satu kesatuan, sedangkan keberagaman corak budaya yang ada mencerminkan kekayaan budaya bangsa.

Makna Wawasan Nusantara sebagai Kesatuan Pertahanan Keamanan

a) Ancaman terhadap satu pulau atau daerah pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.

b) Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam usaha pembelaan negara dan bangsa.

Makna Wawasan Nusantara sebagai Kesatuan Lingkungan Hidup

a) Lingkungan hidup Indonesia merupakan wilayah alamiah anugerah Tuhan yang memiliki kekayaan alam di darat, laut, dan udara.

b) Sumber daya alam harus dikelola secara bijak untuk kemakmuran rakyat. Pengelolaan yang tidak bijak dapat menyebabkan kerusakan lingkungan seperti pencemaran, hutan gundul, kekurangan air, pemanasan suhu, banjir, dan tanah longsor.

c) Menjaga kelestarian lingkungan adalah kewajiban seluruh warga negara, termasuk pelajar.

Contoh tindakan menjaga lingkungan:

  • Membuang sampah pada tempatnya
  • Menanam dan merawat tanaman
  • Menghemat penggunaan air
  • Membersihkan lingkungan sekitar

2. Tantangan Pelaksanaan Wawasan Nusantara

Wawasan Nusantara harus diwujudkan dalam berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara.

Perwujudannya memerlukan kesungguhan dan kerelaan untuk berkorban.

Semua upaya tersebut harus dilandasi oleh rasa cinta yang tulus kepada tanah air.

a. Tantangan Eksternal

a) Serangan bersenjata dari negara lain terhadap kedaulatan NKRI.

b) Masuknya paham-paham ekstrim yang mengancam ideologi Pancasila.

c) Pengaruh budaya asing yang merusak mental dan moral anak bangsa.

d) Serangan siber yang merusak sistem informasi dan teknologi dalam negeri.

b. Tantangan Internal (dari dalam)

a) Kemunculan kelompok bersenjata yang ingin memisahkan diri dari NKRI.

b) Perpecahan, perselisihan, dan permusuhan antar-kelompok masyarakat.

c) Aparat negara yang tidak amanah sehingga menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat.

d) Memudarnya sikap nasionalisme.

e) Ketidakbijakan dalam menyikapi pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

3. Perilaku Mendukung Wawasan Nusantara

a. Mengamalkan nilai-nilai Pancasila

Yakin dan terapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Tolak ajakan mengganti dasar negara Pancasila.

Contohnya: belajar tekun, melaksanakan ibadah, menghormati orang lain, bekerja sama, membantu sesama.

b. Memupuk rasa cinta tanah air

Jaga keutuhan NKRI dan tolak ajakan memisahkan diri dari NKRI.

Perbaiki hal yang belum baik di negeri ini bersama-sama.

c. Mematuhi peraturan yang berlaku

Taat dan patuh pada aturan sekolah maupun peraturan masyarakat.

Contohnya: hadir tepat waktu, mengenakan seragam sesuai aturan, melaksanakan tugas dengan tanggung jawab.

d. Mengembangkan toleransi

Bersikap sabar, berlapang dada, dan menghargai perbedaan.

Saling belajar, bekerja sama, memaafkan, dan tidak memaksakan kehendak.

e. Saling menghormati dan menolak penyebaran kebencian

Hormati orang lain dan jangan menyebarkan ujaran kebencian.

Contohnya: bertutur kata baik, menjaga adab dan kesopanan, memperlakukan teman sebagai saudara.

f. Menyampaikan pendapat melalui saluran yang tepat

Gunakan hak kebebasan berpendapat dengan cara yang benar dan menghormati kepentingan umum.

Contohnya: menyampaikan aspirasi di sekolah melalui wali kelas, guru BK, pembina OSIS, wakil kepala sekolah, atau kepala sekolah.

g. Mencintai produk Indonesia

Gunakan barang-barang produksi dalam negeri.

Bangga menggunakan produk lokal karena kualitasnya juga baik.

Gerakan ini memperkuat NKRI secara bersama-sama.

Baca juga: Rangkuman Materi Pendidikan Pancasila Kelas 8 SMP Bab 5A, tentang Wawasan Nusantara

Sumber:

  • Buku Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs KELAS VIII, Cetakan Kedua Edisi Revisi, 2023
    Penulis: Tudi Setiawan, Tia Setiawati, Muhammad Sapei, dan Prayogo
    Penerbit: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  • https://buku.kemendikdasmen.go.id/
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.