Wajah Toleransi di Lingga, Warga Jaga Masjid dan Kelenteng Bersama-sama
Septyan Mulia Rohman February 22, 2026 07:22 PM

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Malam di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terasa berbeda.

Di satu sisi, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari masjid-masjid saat umat Muslim menunaikan salat Tarawih.

Di sisi lain, tabuhan musik dan semarak lampion menerangi halaman Kelenteng Cetya Dharma Ratna di Dabo Singkep, menandai perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

Dua momentum keagamaan besar Imlek dan Ramadan bertemu dalam waktu yang hampir bersamaan.

Di tengah suasana tersebut, jajaran Polres Lingga hadir menjaga harmoni, memastikan setiap umat dapat menjalankan ibadah dan perayaan dengan rasa aman.

Sejak awal Ramadan, personel Polres Lingga bersama jajaran Polsek disiagakan di sejumlah masjid di wilayah Kabupaten Lingga.

Kehadiran aparat terlihat mulai dari pintu masuk masjid, area parkir kendaraan, hingga patroli di lingkungan sekitar tempat ibadah.

Bagi masyarakat, kehadiran polisi bukan sekadar penjagaan formal. 

Personel tampak menyapa warga, membantu pengaturan kendaraan, hingga memastikan arus lalu lintas tetap lancar saat jamaah berdatangan untuk salat Tarawih.

Kapolres Lingga, AKBP Dr. Pahala Martua Nababan, mengatakan bahwa pengamanan tersebut merupakan bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat, terutama di bulan suci Ramadan yang identik dengan suasana ibadah dan kebersamaan.

Menurutnya, Ramadan menjadi momentum menebarkan kedamaian sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang, aman, dan khusyuk. Kehadiran anggota di lapangan juga menjadi upaya membangun kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Tak hanya di masjid, pengamanan juga dilakukan di titik-titik rawan gangguan kamtibmas.

Personel Satuan Lalu Lintas turut diterjunkan untuk mengatur arus kendaraan guna mencegah kemacetan serta meminimalisir potensi kecelakaan di sekitar lokasi ibadah.

Namun suasana pengamanan malam itu tidak berhenti di masjid.

Saat umat Muslim menjalankan ibadah Ramadan, masyarakat Tionghoa di Dabo Singkep juga merayakan rangkaian perayaan Imlek melalui malam hiburan di Kelenteng Cetya Dharma Ratna.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB hingga tengah malam tersebut dihadiri sekitar 300 warga Tionghoa, Sabtu (21/2/2026).

Lampion merah menghiasi area kelenteng, sementara masyarakat berkumpul menikmati hiburan dalam suasana penuh kebersamaan.

Pengamanan kegiatan ini menjadi bagian dari Operasi Kepolisian Kewilayahan Liong Seligi 2026, yang dilaksanakan Polres Lingga guna memastikan seluruh rangkaian perayaan berjalan aman dan tertib.

Kapolres Lingga menegaskan, perayaan Imlek yang berlangsung beriringan dengan Ramadan justru menjadi simbol kuat toleransi di daerah berjuluk Bunda Tanah Melayu tersebut.

“Ini momentum penting untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama. Polri hadir memastikan seluruh masyarakat dapat merayakan hari besarnya dengan aman dan nyaman,” katanya.

Personel kepolisian ditempatkan di sejumlah titik strategis, baik di dalam maupun di sekitar area kelenteng, guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Hingga kegiatan berakhir, situasi terpantau aman dan kondusif.

Pertemuan dua perayaan keagamaan ini menghadirkan potret nyata kehidupan masyarakat Lingga.

Di mana suara azan dan gemerlap perayaan budaya berjalan berdampingan tanpa sekat.

Melalui pengamanan ibadah Ramadan dan perayaan Imlek secara bersamaan, Polres Lingga menunjukkan perannya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun budaya. (TribunBatam.id/Febriyuanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.