Mulai Besok 23 Februari 2026 MBG Sekolah Didistribusikan Kembali Selama Ramadan
tarso romli February 22, 2026 07:27 PM

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan 2026 di Sumatera Selatan.

Hanya saja, pola distribusinya disesuaikan dengan kondisi ibadah puasa dan kalender akademik sekolah.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palembang, Dr Nurya Hartika Sari mengatakan, penyesuaian tersebut dilakukan berdasarkan petunjuk teknis pelaksanaan program.

“Distribusinya normal selama Ramadan, hanya waktu dan pola distribusinya yang berbeda dan disesuaikan,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Distribusi MBG untuk sekolah dijadwalkan kembali berlangsung mulai besok Senin 23 Februari hingga 17 Maret 2026 atau beberapa hari menjelang libur Idul Fitri.

Namun bagi sekolah yang telah libur lebih dulu, maka distribusinya menyesuaikan dengan kalender akademik di masing-masing sekolah.

Sementara itu, distribusi untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui tetap berjalan seperti biasa, termasuk pada awal pekan lalu juga tetap didistribusikan.

Rincian Skema Distribusi MBG Selama Ramadan

1. Sekolah dengan Mayoritas Siswa Berpuasa
Di sekolah yang mayoritas siswanya berpuasa, MBG tetap disalurkan dalam bentuk makanan tahan lama yang bisa dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka.

Distribusi dilakukan dua kali sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis:
Senin untuk kebutuhan Senin–Rabu
Kamis untuk kebutuhan Kamis–Sabtu
Menu yang diberikan antara lain:
Kurma, telur rebus atau telur asin, telur pindang, abon, susu, buah.

Penganan lokal khas Ramadan
Komposisi menu tetap disesuaikan oleh ahli gizi dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masing-masing sekolah.

2. Sekolah dengan Mayoritas Siswa Tidak Berpuasa
Untuk sekolah yang mayoritas siswanya tidak berpuasa, layanan MBG berjalan normal tanpa perubahan. Menu yang disajikan tetap berupa makanan siap santap seperti hari biasa.

3. Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita
Distribusi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap dilakukan seperti biasa selama Ramadan. Menu yang diberikan berupa makanan segar siap santap, dengan koordinasi bersama posyandu dan dapur MBG terkait.

4. Lingkungan Pesantren
Khusus di pesantren, pola distribusi tetap menggunakan makanan siap saji, namun waktu pembagian digeser menjelang berbuka puasa.

Proses memasak tetap dilakukan pada siang hari, kemudian makanan didistribusikan sore hari agar bisa langsung dikonsumsi saat berbuka.

Skema ini diterapkan karena penerima manfaat dan dapur layanan gizi berada dalam satu area.

Sekolah Bisa Menyesuaikan Kalender Akademik
Distribusi MBG dijadwalkan hingga 17 Maret 2026. Namun, sekolah yang lebih dulu memasuki masa libur diperbolehkan menghentikan sementara penerimaan menu MBG atau menyesuaikan dengan kalender akademik masing-masing.

Meski demikian, pihak KPPG tetap menganjurkan agar sekolah menerima program tersebut karena MBG merupakan hak siswa.

“Sebaiknya siswa tetap mendapat MBG karena makanan sehat ini adalah hak siswa. Sayang jika hak mereka tidak diberikan,” tegasnya.

Baca juga: Kisah Nenek Asal Sumsel Terlantar di Jakarta Karena Tertipu Umnrah, Terlena Koper Bos Travel

Baca juga: Dugaan Motif Anak 12 Tahun Dianiaya Ibu Tiri Berujung Tewas, Libur Pesantren Awal Mula Petaka

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.