SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Delapan orang perempuan diamankan petugas kepolisian dari sejumlah hotel di Sidoarjo.
Diduga mereka adalah para PSK yang menjajakan diri saat bulan Ramadan ini.
Ironisnya, dari delapan perempuan itu, dua di antara masih berstatus anak di bawah umur.
Keduanya tidak bisa menunjukkan kartu identitas saat diperiksa petugas.
Selain itu, petugas juga mengamankan dua orang pria yang diduga sebagai pelanggan.
Keduanya ditemukan berada di dalam kamar hotel bersama wanita yang diduga sebagai pekerja seks saat razia berlangsung.
Baca juga: Bu Guru Tulungagung dan Pegawai BUMN Semen Chek In Hotel 4 Hari, Ujungnya Jadi Tersangka Perzinaan
Razia yang digelar petugas PPA dan PPO Sat Reskrim Polresta Sidoarjo itu dilakukan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga suasana Ramadan tetap aman dan kondusif.
Kasat Reserse PPA dan PPO Polresta Sidoarjo, AKP Rohmawati Lailah mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk menekan praktik penyakit masyarakat, khususnya selama bulan suci Ramadan.
“Dari razia kai ini, kami mengamankan delapan orang wanita yang diduga sebagai PSK dari sejumlah hotel di wilayah Sidoarjo, serta dua orang pria yang berada di dalam kamar bersama wanita juga ikut kita amankan,” ujar AKP Rohmawati Lailah.
Dalam penggeledahan yang dilakukan saat razia tersebut, petugas menemukan sejumlah alat kontrasepsi di dalam kamar yang diduga digunakan dalam praktik prostitusi.
Temuan tersebut memperkuat dugaan adanya aktivitas prostitusi di lokasi razia.
Baca juga: Razia Tempat Hiburan Malam Hingga Rumah Minum Selama Ramadan, Satpol PP Menyisir Kawasan Ini
AKP Rohmawati Lailah juga mengungkapkan bahwa dua dari delapan wanita yang diamankan diduga masih di bawah umur karena tidak dapat menunjukkan identitas diri saat diperiksa petugas.
Mereka semua yang diamankan dalam razia itu kemudian dibawa ke Mapolresta Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi juga mendalami kemungkinan adanya praktik prostitusi online serta keterlibatan pihak lain, termasuk pengelola hotel.
“Kami masih melakukan pendalaman, termasuk meminta keterangan dari pihak pengelola hotel terkait dugaan praktik prostitusi online yang terjadi di tempat mereka,” jelasnya.(Ufi)