Sprinter Banjarbaru Genjot Latihan Plyometric dan Power, Begini Tujuannya
Kamardi Fatih February 22, 2026 10:42 PM

BANJARMASINPOST CO.ID, BANJARBARU - Meski tengah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan, para atlet sprinter Banjarbaru tetap menjaga intensitas latihan. 

Mereka menggenjot program plyometric dengan hurdle di Lapangan Denzipur 8/GM, Kota Banjarbaru, Minggu (22/2/2026).

Sejumlah atlet tampak bergantian melompati rintangan kecil (hurdle) yang disusun berjajar di atas rumput lapangan.

Pelatih sprint PASI Banjarbaru Stephana yang akrab disapa Coach Ana, mengatakan latihan plyometric dengan hurdle memang rutin diberikan untuk meningkatkan kualitas fisik dan teknik atlet.

“Latihan ini biasanya dipakai untuk meningkatkan kekuatan, kecepatan, dan koordinasi karena mereka membutuhkan ledakan tenaga saat start dan fase akselerasi,” ujarnya.

Menurut Coach Ana, salah satu manfaat utama latihan ini adalah meningkatkan power otot tungkai.

Tak hanya itu, latihan hurdle juga melatih kecepatan reaksi. Gerakan yang dilakukan secara berulang membuat sistem saraf dan otot bekerja lebih cepat sehingga respons tubuh menjadi lebih sigap saat menghadapi situasi perlombaan.

“Selain power dan reaksi, koordinasi serta keseimbangan juga meningkat. Saat mendarat lalu langsung melompat lagi, atlet belajar menjaga stabilitas tubuh. Ini penting untuk mengurangi risiko cedera saat bergerak cepat,” jelasnya.

Lebih jauh, Coach Ana menekankan plyometric hurdle juga berperan dalam memperbaiki teknik gerak. Posisi lutut, dan pinggul.

“Teknik pendaratan yang baik penting untuk mencegah cedera lutut dan pergelangan kaki,” tambahnya.

Selain itu, latihan ini turut meningkatkan agility atau kelincahan, terutama bagi atlet yang membutuhkan perubahan arah secara cepat dalam perlombaan. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Andra Ramadhan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.