Sentra Takjil Ramadan Bangkalan Kebanjiran, Hujan Deras Bikin Pembeli Urung Datang
Arie Noer Rachmawati February 22, 2026 11:14 PM

 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Ahmad Faisol

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi disertai angin tidak hanya merobohkan pohon di lintasan jogging Stadion Gelora Bangkalan (SGB), namun juga meninggalkan genangan air di beberapa ruas jalur protokol Kota Bangkalan, Minggu (22/2/2026) sore.

Salah satunya di Jalan Sultan A Kadirun, sisi Timur Alun-alun Kota yang sejak awal Ramadan dijadikan kawasan sentra penjualan takjil di setiap menjelang waktu berbuka puasa. 

Sejak dibuka pada Kamis (19/2/2026), Sentra Takjil Ramadan di depan Pendapa Agung dan Markas Kodim 0829 itu tidak pernah sepi dari pengunjung. 

Suguhan beragam menu makanan dan minuman khas Bangkalan selalu menjadi buruan warga. 

Namun pada hari ke-4 Ramadan, hujan lebat yang mengguyur Kota Bangkalan membuat jalur tersebut tergenang air. 

Banijir mewarnai sudut-sudut lapak pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal yang berjejer rapi di pinggir sisi Barat jalan. 

Beberapa pelaku UMKM kemudian merekam kondisi lapak mereka yang tergenang air melalui video kamera ponsel. 

Dalam salah satu video terdengar suara seorang pria, "Duh dekremmah riya (Aduh bagaimana ini) bang, banjir". 

Baca juga: Daftar Lokasi Pasar Takjil Ramadan 2026 di Mojokerto yang Paling Diburu Warga untuk Ngabuburit

Baca juga: Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Kawasan Stadion Gelora Bangkalan Madura

Pengunjung Balik Kanan

Seorang pengunjung, Imamuddin, warga Kota Bangkalan mengaku terpaksa balik kanan setelah hampir tiba di Alun-alun Kota karena masih terdapat genangan air dan hujan kembali mengguyur Bangkalan bahkan hingga malam ini. 

"Hujan turun sejak siang hingga sore hari. Selepas waktu Shalat Ashar, saya seperti biasa bergegas menuju lokasi takjil karena hujan tampak mulai reda. Tetapi setelah hampir tiba, hujan kembali deras," ungkap Imam kepada TribunJatim.com.

Pantauan di Sentra Takjil Ramahan Alun-alun Kota, meski tidak seramai saat cuaca cerah, segelintir pengunjung masih terlihat mengunjungi lapak para pelaku UMKM sambil menggunakan payung.

"Semoga besok sore cuaca bagus sehingga saya bisa kembali ke sana untuk kebutuhan berbuka puasa," pungkas Imam. 

Kawasan Sentra Takjil Ramadan Alun-alun Kota itu sempat diterjang angin kencang pada Jumat (20/2/2026) siang. 

Sedikitnya 5 buah tenda roboh dan satu tenda di antaranya terbang akibatnya kencangnya hempasan angin. 

Baca juga: Resahkan Warga, Aksi Balap Liar Jelang Sahur di Jalan Raya Bangkalan Dibubarkan

BMKG Prediksi Besok Bangkalan Kembali Diguyur Hujan 

Badan Meteologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda merilis Peringatan Dini Hujan Jawa Timur periode 23-25 Februari 2026. 

Sebagaimana yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Minggu (22/2/2026).

Disebutkan, peringatan dini hujan disertai sambaran petir berpotensi menerjan Kabupaten Bangkalan bersama beberapa kabupaten lain di Jawa Timur pada Senin (23/2/20026). 

Bahkan Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan, Moh Zainul Qomar menungkapkan, Kabupaten Bangkalan bersama sejumlah daerah di Jawa Timur mewaspdai potensi cuaca ekstrem dalam delapan hari ke depan, terhitung 21 hingga 28 Februari 2026. 

"Seluruh wilayah Jawa Timur saat ini memasuki musim hujan. Beberapa wilayah di antaranya, diprediksi dalam delapan hari ke depan masih mengalami puncak musim hujan dan berpotensi terjadinya peningkatan cuaca ekstrem," ungkap Qomar melalui sambungan selulernya.

Ia menjelaskan, terjadinya peningkatan cuaca ekstrem akan berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.

Kondisi ini diharapkan Qomar disikapi bersama masyarakat dan instansi terkait untuk lebih meningkatkan kewaspadaan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, kecuali memang mendesak. Bagi masyarakat pengendara, hindari menepi atau berteduh di bawah pohon maupun di bawah papan reklame," pungkasnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.