TRIBUNGORONTALO.COM – Simak jadwal Imsakiyah dan salat lima waktu pada Senin (23/2/2026).
Imsakiyah merupakan pengingat bagi mereka yang tengah bersantap sahur agar segera bersiap memasuki waktu puasa.
Waktu Imsak berjarak 10 menit dari waktu salat subuh. Swhingga Imsak bukanlah waktu dimulainya berpuasa.
Umat muslim di Indonesia terutama yang mengikuti jadwal pemerintah malam ini memasuki 5 Ramadhan 1447H.
Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Penetapan ini dilakukan setelah melalui rangkaian seminar posisi hilal, perhitungan astronomi, serta sidang tertutup yang hasilnya diumumkan lewat konferensi pers.
Berbeda dengan pemerintah, Muhammadiyah melalui maklumat resmi menetapkan awal Ramadan sehari lebih awal, yakni Rabu, 17 Februari 2026.
Perbedaan ini muncul karena metode hisab hakiki wujudul hilal yang digunakan Muhammadiyah memastikan bulan sudah memenuhi syarat secara teoritis, sementara pemerintah berpegang pada kriteria visibilitas hilal (imkanur rukyat) yang disepakati negara anggota MABIMS.
Berikut jadwal imsakiyah untuk 5 Ramadhan seperti dilansir TribunGorontalo.com dari situs resmi Kemenag RI.
Baca juga: Pemprov Gorontalo Siap Bayar THR ASN, Cek Perkiraan Besaran dan Jadwal Pencairan
Imsak
04:33
Subuh
04:43
Terbit
05:55
Duha
06:23
Zuhur
12:05
Ashar
15:21
Magrib
18:07
Isya
19:17
Suwawa, Kabila, Tapa, Limboto, Batudaa, Atinggola dan sekitarnya: Menyesuaikan dengan jadwal
Bone Pantai dan Suwawa Timur: -1 Menit
Kwandang dan Tibawa: +1 Menit
Anggrek, Boliyohuto, dan Paguyaman: +2 Menit
Sumalata dan Tilamuta: +3 Menit
Paguat: +4 Menit
Marisa: +5 Menit
Lemito: +6 Menit
Molosipat: +7 Menit
Jadwal ini menjadi panduan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa, mulai dari waktu menahan diri hingga berbuka.
Niat Puasa Ramadan
Niat puasa Ramadan setiap hari dalam bahasa Arab, latin, dan artinya.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”
Melansir dari KompasTV, waktu untuk berniat puasa wajib dimulai sejak terbenamnya matahari hingga sebelum terbitnya fajar (waktu subuh).
Oleh karena itu, masyarakat biasanya melafalkan niat ini secara bersama-sama setelah salat Tarawih atau saat menyantap sahur.
Dengan memahami variasi bacaan niat ini, diharapkan umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan penuh keyakinan. Berikut adalah rincian teks bacaan niat yang bisa Anda gunakan:
1. Bacaan Niat Puasa Ramadan Harian
Gunakan bacaan ini setiap malam atau saat sahur sebelum memasuki waktu Subuh:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”
2. Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh
Dibaca pada malam pertama bulan Ramadan sebagai langkah berjaga-jaga:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jami'i syahri ramadhani hadzihis sanati taqlidan lil imami Malik fardhan lillahi ta'ala.
Artinya:
“Aku niat berpuasa di sepanjang Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah.”
(TribunGorontalo.com/KompasTV)