BANGKAPOS.COM – Pemandangan berbeda terlihat di Jalan Perintis, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung pada Sabtu (21/2/2026).
Di tengah arus lalu lintas yang melambat menjelang buka puasa hari ketiga Ramadhan 1447 Hijriah, seorang pria asing dengan seragam koki lengkap tampak sibuk di balik wajan besar.
Ia adalah David Cailleba (55), seorang Chef profesional asal Prancis yang kini menetap di Indonesia.
David menjadi sorotan publik karena aksi kemanusiaannya memasak dan membagikan takjil gratis secara langsung kepada para pengendara dan pejalan kaki.
Bagi David, kegiatannya membagikan bala-bala, kurma, dan es teh ini bukan sekadar rutinitas musiman.
Pria yang telah memeluk agama Islam sejak tahun 2007 ini mengaku pernah berada di posisi sulit dan merasakan kebaikan orang lain.
"Saya pernah merasakan dan antre mendapatkan takjil gratis. Sekarang saya mau kasih kepada warga yang berpuasa karena saya dengar kasih satu buah kurma saja akan diganti berkali lipat pahala oleh Allah SWT," ucap David saat ditemui di lokasi dilansir Kompas.com
Aksi ini direncanakan berlangsung selama 10 hari di dua lokasi berbeda, yakni wilayah Sarijadi dan Cafe Penka 1967 di Jalan Laswi.
Setiap harinya, David menyiapkan sedikitnya 200 paket takjil hasil kolaborasi dana pribadi dan dukungan donatur.
"Jadi kebaikan itu untuk saya, keluarga saya, sahabat dan orangtua saya," tutur David menambahkan.
David Cailleba bukanlah sosok sembarangan di dunia kuliner.
Ia memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dan mengantongi gelar sarjana kuliner dari Chambre Apprentissage Profesional Bayonne, Prancis.
Sebelum menetap di Bandung, ia pernah menjabat sebagai Executive Chef di berbagai hotel bintang lima di Bali hingga Karibia.
Selain aktif membagikan takjil, David dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi.
Ia sering terjun menjadi relawan juru masak di dapur umum posko bencana, termasuk saat musibah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, di mana ia memasak ribuan porsi makanan untuk para pengungsi.
Aksi "Chef Bule" ini menuai apresiasi dari warga Bandung. Yeni Nuraeni (48), salah satu warga yang melintas, mengaku kagum melihat kegigihan David memasak di pinggir jalan.
"Baru pertama kali bule masak. Apalagi bagi-bagi takjil. Semoga ini menjadi inspirasi orang lain ikut berbagi takjil juga seperti orang bule ini," kata Yeni.
Melalui aksi ini, David berharap dapat memperkuat keimanan serta meringankan beban sesama Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.
"Harapannya aksi berbagi ini jadi inspirasi orang lain, juga membuat kita teguh dan kuat pada keimanan," pungkasnya.
(Sumber : Kompas.com)