Pedagang Pelabuhan Panggulubelo Wakatobi Putar Musik Keras Resahkan Warga, Polisi Koordinasi Pemda
Sitti Nurmalasari February 22, 2026 11:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, WAKATOBI - Suara musik yang diputar pedagang Pelabuhan Panggulubelo, bikin resah warga Kelurahan Mandati 1, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Seperti yang terjadi pada hari ketiga Ramadan 1447 Hijriah, Sabtu (21/2/2026) malam.

Musik yang terputar hingga tengah malam sekira pukul 23.31 Wita, menggelegar mengganggu waktu istirahat.

Masalah suara musik keras ini pada dasarnya sejak beberapa bulan lalu mulai dikeluhkan warga.

Bahkan warga sempat membuat petisi terkait aktivitas malam hari yang berlangsung di warung-warung tersebut.

Baca juga: Kata Kepala Dinas Kesehatan Kolaka Utara Usai Viral Pesta Musik DJ di Halaman Puskesmas Latowu

Namun para pedagang pun tetap kebal dan memutar musik bahkan pada bulan suci Ramadan.

Keluhan ini sudah sampai di telinga pemerintah daerah, salah satunya Wakil Bupati Wakatobi, Safia Wualo. 

Dikonfirmasi TribunnewsSultra.com, Jumat (20/2/2026) sebelumnya, Safia, mengatakan sudah merundingkan dengan para pedagang di Pelabuhan Panggulubelo.

Dalam musyawarah tersebut, pihak pedagang diminta untuk tidak membunyikan musik selama bulan Ramadan agar tidak mengganggu waktu beribadah.

Namun, permintaan tersebut justru tak diindahkan. Karena, musik masih terus terputar di Pelabuhan Panggulubelo.

Baca juga: Viral Video Halaman Puskesmas di Kolaka Utara Sulawesi Tenggara Dijadikan Tempat Pesta Musik DJ

"Jadi ada aturan yang sudah ditandatangani bupati, tidak bisa sama sekali itu dia kasih bunyi (musik),” ujarnya melalui sambungan telepon.

Safia mengatakan para pedagang sempat menemui dirinya mengenai persoalan tersebut.

Namun, dia meminta agar untuk sementara pedagang mematuhi aturan yang telah disepakati karena sudah ada keluhan dari masyarakat.

Safia pun ternyata sempat memberikan kelonggaran, yakni mengizinkan pemutaran musik, dengan volume yang lebih kecil.

“Cuma itu hari saya bilang, jangan dulu lakukan sesuatu, bisa buka tapi jangan bunyikan alat musik. Bunyikan musiknya bisa, tapi kecil-kecil begitu keputusannya itu malam,” jelasnya.

Baca juga: Rekan Pelaku Keroyok Warga Kolaka Usai Ditegur Putar Musik Waktu Salat Zuhur Ditangkap Polisi

Wakil Bupati Wakatobi ini mengimbau masyarakat untuk saling bertoleransi, khususnya selama Ramadan 2026.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Wangi-wangi Selatan, Iptu Muhammad Darwis, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait baik pedagang hingga pemerintah daerah. 

Iptu Darwis yang baru menjabat beberapa hari ini sebagai kapolsek, menegaskan bahwa akan melanjutkan proses mediasi hingga mendapat titik temu.

"Karena pertemuannya sama kapolsek lama, jadi besok (Senin, 23 Februari 2026) kami akan ketemu (kembali) mengenai tindakan selanjutnya seperti apa,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (22/2/2026).

Kata dia, pertemuan bersama pihak terkait akan kembali dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang terjadi.

Baca juga: Kronologi 4 Rumah Terbakar di Watonea Muna Sulawesi Tenggara, Berawal Isi Daya HP Sambil Putar Musik

Polsek Wangi-wangi tidak bisa melakukan langkah sepihak, jika tidak ada ketegasan dari pemerintah daerah.

Untuk Iptu Muhammad Darwis berharap adanya koodinasi seluruh pihak dalam hal ini. (*)

(TribunnewsSultra.com/Harni Sumatan) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.