PBNU Jelaskan Hukum Lupa Niat Puasa Ramadhan Menurut Mazhab Syafi’i dan Hanafi
Mawaddatul Husna February 22, 2026 11:54 PM

TRIBUNGAYO.COM - Sudah empat hari umat muslim menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 H.

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan awal puasa Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis (19/2/2026).

Dan besok, Senin (23/2/2026) adalah hari kelima puasa.

Ibadah puasa dijalankan dengan disertai oleh niat yang dilakukan pada malam hari atau ketika sahur.

Namun, bagaimana jika lupa niat puasa Ramadhan?

Dilansir dari Kompas.com, Minggu (22/2/2026), Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Alhafiz Kurniawan, memberikan penjelasan penting berdasarkan pandangan mazhab fikih.

Anjuran Mazhab Syafi’i: Niat Setiap Malam

Menurut Alhafiz, para ulama Imam Syafi'i menganjurkan tiga hal dalam puasa Ramadhan:

  • Berniat setiap malam.
  • Dianjurkan melafalkan niat.
  • Di awal Ramadhan, berniat untuk berpuasa sebulan penuh mengikuti pandangan Imam Malik.

Alhafiz menjelaskan, bagi orang yang lupa berniat pada malam hari, ia tidak perlu membatalkan puasanya. 

Cukup memasang niat ketika ingat di pagi hari, lalu melanjutkan puasa hingga Maghrib.

Dengan demikian, ibadah puasanya tetap dapat diteruskan.

Pandangan Mazhab Hanafi: Sah, Tapi Tidak Sempurna

Pendapat serupa juga datang dari Imam Abu Hanifa. 

Dalam pandangan mazhab Hanafi, seseorang yang tidak memalamkan niat sebelum fajar bukan berarti puasanya tidak sah, melainkan tidak sempurna.

Solusinya, niat cukup dipasang ketika ia ingat di pagi hari atau awal siang.

Alhafiz juga menegaskan pentingnya membedakan antara niat dan pelafalan niat.

Niat adalah kerja batin atau sikap hati.

Pelafalan niat hanyalah pengucapan lisan atas niat yang sudah ada di dalam hati.

Dalam praktik masyarakat Indonesia, pelafalan niat memang lazim dilakukan. 

Namun hukumnya hanya dianjurkan, bukan wajib.

Niat Puasa Ramadhan Hukumnya Wajib

Puasa Ramadhan termasuk ibadah tunai (ada’) yang hukumnya wajib dilakukan pada waktunya. 

Karena itu, niat juga menjadi bagian wajib dalam pelaksanaannya.

Hal ini berbeda dengan puasa qadha (pengganti), yang memiliki ketentuan tersendiri dalam fikih ibadah. (*)

Baca juga: Berikut Bacaan Niat Puasa Ramadan, Lengkap Beserta Artinya

Baca juga: Hari Pertama Puasa Ramadan, Penjual Takjil di Aceh Tenggara Diserbu Pembeli

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.