Info BMKG: Gempa Bumi Magnitudo 5,2 di Mentawai Sumatera Barat Tidak Berpotensi Tsunami
Rizali Posumah February 23, 2026 01:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, gempa bumi magnitudo 5,2 yang terjadi di wilayah Pantai Utara Kepulaun Mentawai, Sumatera Barat tidak berpotensi tsunami. 

Informasi ini sebagaimana rilis pihak BMKG yang disampaikan melalui kanal resmi BMKG pada Minggu 22 Februari 2026. 

"Hari Minggu 22 Februari 2026 pukul 22.35.41 WIB wilayah Pantai Utara Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat diguncang gempa tektonik," terang Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Rahmat Triyono, S.T, Dipl. Seis M.Sc.

Gempa bumi tektonik adalah guncangan pada tanah yang terjadi karena lempeng kulit bumi bergeser atau patah secara tiba-tiba.
Intinya:

Bumi kita terdiri dari kepingan-kepingan besar yang terus bergerak.

Saat kepingan itu bergeser atau patah, ia melepaskan kekuatan besar yang membuat tanah yang kita injak bergetar.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,0. 

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,77° LS ; 99,09° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 24 Km arah Utara Siberut Utara, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada kedalaman 40 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia," terang Rahmat Triyono.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan  naik ( thrust fault ).

Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di beberapa daerah di Sumatera Barat. 

Skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu) di daerah:

  • Kepulauan Mentawai
  • Pasaman Barat
  • Agam

Skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang):

  • Pariaman
  • Padang
  • Padang Pariaman
  • Padang Panjang
  • Bukittinggi

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI," sebut Rahmat Triyono

Hingga pukul 23.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

 Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.

Tindakan saat terjadi gempa

Berikut tindakan yang perlu Anda lakukan saat terjadi gempa:

1. Tetap tenang

Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang!

Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah tempat yang aman untuk berlindung.

2. Di dalam rumah

Jika pada saat gempa sedang berada di dalam penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan orang yang ada di sekitarmu.

Berlindung di bawah meja adalah tempat terbaik untuk melindungi diri dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa.

Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk.

Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup.

3. Di luar ruangan

Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka.

Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun.

Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan.

4. Di kerumunan

Jika saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan.

Untuk mengindari hal tersebut kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka.

5. Di gunung atau dataran tinggi

Jika gempa terjadi saat kamu sedang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung.

Hindari daerah dekat lereng karena ada kemungkinan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa.

6. Di laut

Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami.

Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi.

7. Di dalam kendaraan

Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh.

Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.