TRIBUNJAKARTA.COM - Komika Arie Kriting turut menyoroti polemik yang melibatkan seorang alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas setelah mengunggah pernyataan mengenai pilihan kewarganegaraan anaknya.
Lewat postingan di media sosial, Arie turut memberikan respons terkait polemik itu.
Dalam pernyataannya, Arie menilai tidak sepatutnya seseorang yang menempuh pendidikan dari beasiswa yang bersumber dari dana publik justru merendahkan identitas sebagai warga negara Indonesia.
"Baru kemarin rasa nasionalisme-ku terusik. Seorang penerima beasiswa yang hidup dari uang pajak kita merendahkan negara ini," tulis Arie dikutip dari Instagramnya.
Ia juga menanggapi pernyataan viral yang menyebut "Cukup aku yang WNI, anakku jangan".
Ucapan itu membuat dirinya kesal.
"Cukup aku yang WNI, anakku jangan. Begitu katanya, membuat saya kesal juga. Memang kenapa kalau WNI? Hanya karena di negara ini banyak masalah, bukan berarti boleh semudah itu berkhianat," katanya.
Ia pun mengungkapkan sikap pribadinya sebagai orang tua.
Arie menegaskan bahwa anaknya akan tetap menjadi warga negara Indonesia dan dibesarkan dengan rasa bangga terhadap tanah kelahirannya.
"Anakku tidak apa-apa terus menjadi WNI kudoakan semoga dia bisa membawa bangsa ini kepada masa yang lebih baik dari sekarang. Aku percaya selalu ada harapan untuk bangsa ini menjadi lebih baik lagi," katanya.
Menurut Arie, setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki keadaan bangsa, bukan justru menjauh.
Ia menekankan pentingnya menanamkan kebanggaan sebagai anak Indonesia sejak dini.
"Anak Indonesia harus bangga dengan Indonesia," tulisnya.
Tak hanya menjadikan anaknya WNA, Dwi Sasetyaningtyas juga menyebut cukup dirinya saja yang menjadi WNI dan memberikan paspor yang kuat untuk anaknya dibanding paspor Indonesia.
Ucapan Dwi Sasetyaningtyas pun menuai kecaman dari warganet karena dinilai tidak etis mengingat ia bisa kuliah tinggi di luar negeri menggunakan beasiswa LPDP.