TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang pemotor dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal yang terjadi di Jalan Donowati, kawasan Sukomanunggal, Surabaya, Minggu (22/2/2026) pagi.
Korban berinisial BJP (57), warga Bubutan, Surabaya, tewas di lokasi setelah diduga kehilangan kendali saat mengendarai sepeda motornya.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB ketika korban yang mengendarai motor Honda Supra bernopol L-269x EX melaju dari arah barat ke timur.
Saat tiba di lokasi kejadian, laju kendaraan korban tiba-tiba oleng ke sisi kanan jalan hingga akhirnya terjatuh dan mengalami luka parah di bagian kepala.
Korban BJP dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Korban melaju dari arah barat ke timur di ruas jalan tersebut sekitar pukul 08.00 WIB.
Setibanya di lokasi, laju motor berangsur-angsur oleng ke sisi kanan jalan, hingga tiba-tiba pemotor terjatuh.
"Motor semula berjalan dari arah barat ke timur, sampai di TKP kurang hati-hati dan konsentrasi sehingga tidak dapat meguasai kendaraannya dan oleng ke kanan terjadi kecelakaan tunggal," ujar Kanit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya, Iptu Suryadi saat dihubungi SURYA.CO.ID.
Berdasarkan hasil olah TKP dan mendengarkan keterangan para saksi. Suryadi menduga, kecelakaan tunggal itu disebabkan karena pemotor berkendara dalam keadaan kurang konsentrasi.
"Penyebab Kecelakaan (diduga) faktor manusia kurang hati-hati dan konsentrasi," pungkasnya.
Akibatnya, korban mengalami luka parah pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia saat Tim Medis Pemkot Surabaya tiba di lokasi.
Kemudian, jenazah korban dievakuasi ke kamar mayat RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya.
Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya Linda Novanti mengatakan, Tim Medis tiba di lokasi langsung melakukan penanganan medis, namun korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Jenazah korban langsung dievakuasi menggunakan ambulan Dinas Sosial Surabaya, untuk dibawa menuju kamar jenazah RSUD BDH Surabaya
"Keluarga sudah bisa dihubungi dan langsung kita arahkan langsung menuju kamar jenazah BDH," ujar Linda saat dihubungi awak media.