Mertua Hina Menantu di Ruang Persalinan karena Tak Bisa Melahirkan Normal, Sikap Suami Jadi Sorotan
Randy P.F Hutagaol February 23, 2026 12:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com – Viral kisah wanita dihina oleh mertua karena tak bisa melahirkan dengan normal.

Aksi tersebut dilakukan mertua di hadapan para dokter saat proses persalinan sedang berlangsung.

Dikutip dari Eva.vn Minggu (22/2/2026), wanita dengan nama samaran Xiao Wen, telah menikah dengan suaminya, Lin Cheng, selama hampir tujuh tahun.

Selama bertahun-tahun pernikahan, pasangan tersebut berharap dapat segera memiliki anak, namun keinginan itu belum terwujud.

Kehamilan Xiao Wen kali ini datang secara tidak terduga dan disambut dengan penuh perhatian oleh kedua belah pihak keluarga.

Selama masa kehamilan, ibu mertua Xiao Wen datang dari kampung ke kota dengan alasan ingin membantu merawat menantunya yang akan melahirkan.

Sementara itu, Lin Cheng digambarkan sebagai sosok suami yang bertanggung jawab dan perhatian.

Ia mendampingi istrinya dalam setiap pemeriksaan kehamilan, mengawasi pola makan, serta memastikan kondisi fisik dan emosional istrinya tetap terjaga.

Namun, situasi berubah drastis pada hari Xiao Wen masuk ke ruang bersalin.

Setelah berjam-jam mengalami kontraksi dan mencoba mengejan sesuai arahan medis, kondisi persalinan tidak menunjukkan perkembangan yang diharapkan.

Pembukaan serviks berlangsung lambat dan volume air ketuban dinilai tidak mencukupi. Demi keselamatan ibu dan bayi, dokter akhirnya merekomendasikan tindakan operasi sesar.

Ketika dokter keluar dari ruang bersalin untuk menyampaikan kondisi tersebut kepada keluarga, suasana mendadak berubah tegang.

Ibu mertua Xiao Wen tiba-tiba kehilangan kendali emosi dan langsung menerobos masuk ke ruang bersalin.

Di hadapan tenaga medis, ia melontarkan kata-kata keras kepada menantunya, menyalahkan kondisi fisik Xiao Wen yang dianggap lemah, bahkan mengatakan bahwa menantunya tidak mampu melahirkan secara normal.

Tidak hanya secara verbal, ibu mertua juga sempat melakukan tindakan mendorong yang menambah tekanan psikologis bagi Xiao Wen.

Dalam kondisi menahan rasa sakit luar biasa dan tekanan mental yang berat, Xiao Wen hampir tidak mampu bereaksi.

Ia terdiam, tidak sanggup membela diri, dan hanya bisa menahan perasaan takut serta sakit secara bersamaan.

Situasi di ruang bersalin menjadi semakin tegang dan mencekam.

Di tengah kondisi tersebut, Lin Cheng segera berdiri di depan istrinya.

Dengan suara yang tidak keras namun tegas, ia meminta ibunya keluar dari ruangan persalinan.

Sikap itu membuat suasana hening seketika. Ibu mertua terdiam, merasa tersudut, lalu meninggalkan ruang bersalin.

Setelah kejadian tersebut, proses operasi sesar berjalan dengan lancar.

Xiao Wen berhasil melahirkan bayinya dengan selamat, dan kondisi ibu serta anak dinyatakan stabil. 

Meski demikian, dampak emosional dari peristiwa tersebut tidak serta-merta hilang.

Usai persalinan, ibu mertua tidak datang menjenguk cucunya.

Lin Cheng merasa bersalah karena telah bersikap tegas terhadap ibu kandungnya sendiri dan tidak segera mengambil langkah untuk memperbaiki hubungan keluarga.

Sementara itu, Xiao Wen berada dalam posisi yang sulit.

Ia masih dalam masa pemulihan pascamelahirkan, merasakan kelelahan fisik dan emosional, sekaligus menghadapi ketegangan hubungan keluarga yang belum terselesaikan.

Kisah ini menuai ragam reaksi dari warganet.

Banyak yang menilai bahwa proses melahirkan tidak hanya menguras fisik, tetapi juga mental seorang perempuan.

Rasa sakit tidak semata berasal dari kontraksi atau tindakan medis, melainkan juga dari perasaan tidak berdaya ketika seorang perempuan sepenuhnya bergantung pada keputusan tenaga medis dan sikap orang-orang terdekatnya.

Dalam situasi seperti ini, peran suami dianggap sangat menentukan rasa aman bagi istri.

Meski tidak semua orang mampu bersikap sempurna dalam kondisi konflik, publik menilai bahwa keberanian Lin Cheng untuk melindungi istrinya menunjukkan prioritas yang jelas.

Sikap Lin Cheng tersebut dinilai mencerminkan tanggung jawab seorang suami dalam menjaga keselamatan dan martabat istrinya.

 

(cr31/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.