Diwarnai Drama VAR 2 Kali, Gol Telat Mac Allister Bawa Liverpool Tundukkan Nottingham
Arif Tio Buqi Abdulah February 23, 2026 02:22 AM

TRIBUNNEWS.COM - Liverpool meraih kemenangan telat saat saat bertandang ke City Ground, markas Nottingham Forest pada pekan ke-27 Liga Inggris, Minggu (22/2/2026).

Laga yang sempat dipenuhi rasa frustrasi berubah menjadi momen kelegaan bagi The Reds berkat gol di masa injury time.

Gol telat Alexis Mac Allister di waktu injury time 90+7' akhirnya memastikan kemenangan dramatis 1-0 Liverpool atas Nottingham Forest.

Laga ini tak lepas dari sorotan kontroversial yang melibatkan VAR. Bukan hanya sekali, tapi dua kali dan dalam waktu yang berdekatan.

Liverpool sempat mengira sudah mengunci tiga poin pada menit ke-89 ketika Mac Allister memblok sapuan Ola Aina dan bola berbelok masuk ke gawang. 

Namun, wasit Anthony Taylor membatalkan gol tersebut usai tinjauan VAR karena bola dianggap mengenai siku sang gelandang.

Baca juga: Hasil Klasemen Liga Inggris: Man City Bikin Arsenal Tak Tenang, Man United Siap Naik ke 4 Besar

Sesuai aturan Law 12, gol yang tercipta langsung setelah menyentuh tangan/arm tetap dinilai pelanggaran, meski tidak disengaja.

Mac Allister sendiri sempat memprotes keputusan pembatalan gol pertamanya, merasa bola mengenai bagian atas lengan yang masih masuk “T-shirt line”.

"Itu mengenai punggung dan siku saya. Saya mengerti aturannya tetapi jika Anda memahami sepak bola, gol itu seharusnya bertahan," katanya, berbicara kepada Sky Sports.

Namun dalam tayangan ulang, bola terlihat menyentuh sikunya, area yang masuk kategori handball.

Liverpool  akhirnya menemukan kembali semangat lamanya. Bukan tentang siapa yang kembali ke Anfield malam itu, melainkan apa yang kembali: intensitas, keyakinan, dan karakter khas The Reds yang selama ini sempat hilang. Dan di tengah semua itu, berdirilah sosok Alexis Mac Allister, sang pengatur tempo asal Argentina yang menjadi simbol kebangkitan tim Arne Slot. Gol tunggal sundulan Mac Allister di babak kedua membawa Liverpool menumbangkan Real Madrid 1-0 dalam laga penuh emosi di Anfield, Rabu (5/11) dini hari. 
SELEBRASI - Liverpool  akhirnya menemukan kembali semangat lamanya. Bukan tentang siapa yang kembali ke Anfield malam itu, melainkan apa yang kembali: intensitas, keyakinan, dan karakter khas The Reds yang selama ini sempat hilang. Dan di tengah semua itu, berdirilah sosok Alexis Mac Allister, sang pengatur tempo asal Argentina yang menjadi simbol kebangkitan tim Arne Slot. Gol tunggal sundulan Mac Allister di babak kedua membawa Liverpool menumbangkan Real Madrid 1-0 dalam laga penuh emosi di Anfield, Rabu (5/11) dini hari.  (Tangkapan layar Instagram/alemacallister)

Drama belum selesai. Pada menit ketujuh masa tambahan waktu, Mac Allister kembali mencetak gol, kali ini dari jarak dekat memanfaatkan situasi kemelut di kotak penalti.

VAR kembali melakukan pemeriksaan, termasuk potensi offside dari Virgil Van Djik dalam proses mencetak gol.

Dalam tinjauan teknologi offside semi-otomatis terlihat posisi Van Djik sangat tipis jaraknya dengan Ola Aina, bahkan mungkin seukurang jari kaki.

Baca juga: Antisipasi Mo Salah Pergi, Liverpool Incar Permata Newcastle Rp2,1 Triliun

Ya, meski sangat tipis, hal itu tetap menjadi perbedaan dan membuat wasit akhirnya mensahkan gol dari Mac Allister.  

Alhasil gol itu membawa kemenangan bagi Liverpool di ujung laga, menyisakan kelegaan bagi The Reds di akhir pertandingan.

Statistik menunjukkan betapa dramatisnya musim Liverpool. Mereka sudah terlibat dalam tujuh gol penentu kemenangan pada menit ke-90 atau setelahnya di Premier League musim ini—tiga menguntungkan mereka dan empat merugikan.

Melawan Nottingham Forest ini, menjadi salah satu gol kemenangan paling telat yang pernah dicetak Liverpool sejak pencatatan detail waktu gol dimulai pada 2006/2007.

Kemenangan ini membuat Liverpool kini mengumpulkan 45 poin di klasemen Liga Inggris, sama dengan perolehan Chelsea dan Manchester United.

Meski sama-sama memiliki 45 poin, namun Liverpool masih kalah dalam hal selisih gol, sehingga berada di posisi terbawah di banding keduanya.

Sementara itu, Nottingham harus tertahan di posisi ke-17 dengan 27 poin, berkat tujuh kemenangan dan enam kali seri.

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.