Marhaban Ya Ramadhan, Contoh Ceramah Kultum Ramadan 1447 H Selama Puasa 2026 Cuma 7-10 Menit
Nia Kurniawan February 23, 2026 03:50 AM

TRIBUNKALTENG.COM - Marhaban Ya Ramadhan. Momen Ramadan 1447 H, Ceramah atau kultum bertujuan meningkatkan ketakwaan, disampaikan secara singkat (7-10 menit) untuk menjaga kenyamanan jamaah. 

Kultum berasal dari singkatan kuliah tujuh menit. Atas dasar inilah setiap kegiatan ceramah yang dilakukan dengan durasi relatif sebentar dianggap sebagai kultum meskipun tidak persis 7 menit dalam durasi sebenarnya. 

Baca juga: Waktu Imsak Sahur Ramadan 2026 Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura Seluruh Kalsel Senin 23 Februari

Baca juga: Jam Imsak Sahur Ramadan 2026 Palangka Raya, Sampit Kotim, Kapuas Seluruh Kalteng Senin 23 Februari

Materi fokus pada keutamaan Ramadan, amalan malam Lailatul Qadar, puasa sebagai pelatih kesabaran, hingga zakat. Ceramah ini dianjurkan untuk disampaikan setelah witir agar tidak mengganggu ibadah. 

Kultum Ramadhan Singkat 1 Menit
== Kultum Ramadhan 1 Menit (1) ==

Puasa dan Kesabaran 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhPuasa mengajarkan kita untuk bersabar, baik dalam menahan lapar maupun dalam menghadapi ujian kehidupan. Allah berfirman: 

"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar" (QS. Al-Baqarah: 153). 


Marilah kita jadikan puasa sebagai sarana melatih kesabaran dalam segala aspek kehidupan. Dengan begitu, kita akan menjadi pribadi yang lebih tenang dan dekat dengan Allah. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

== Kultum Ramadhan 1 Menit (2) ==

Keutamaan Sahur

  Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahur adalah sunnah yang penuh berkah. Rasulullah saw. bersabda: 

"Makan sahurlah, karena dalam sahur ada keberkahan" (HR. Bukhari & Muslim). 

Ada banyak sekali keutamaan yang kita dapatkan dengan melaksanakan sahur Ramadhan. Usahakan jangan meninggalkan sahur. Marilah kita perhatikan berbagai keutamaan dalam sahur.

== Kultum Ramadhan 1 Menit (3) ==

Jaga Lisan saat Berpuasa 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puasa tidak hanya menahan lapar, tetapi juga menjaga lisan dari keburukan. Rasulullah saw. bersabda: 

"Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya" (HR. Bukhari). 

Oleh karena itu, mari kita perbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, dan berbicara yang baik agar puasa kita benar-benar menjadi ibadah yang mendekatkan kita kepada Allah Swt. 

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

== Kultum Ramadhan 1 Menit (4) ==

Ramadhan sebagai Sarana Perbaikan Diri 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ramadhan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. Allah memberikan kita bulan penuh keberkahan agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa perubahan dalam diri kita. 

Marilah kita jadikan bulan ini sebagai titik awal untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Jangan hanya berfokus pada kebaikan saat Ramadhan, tetapi juga pada berbagai waktu setelah Ramadhan. 

Kita harus menyadari bahwa pendidkan Ramadhan untuk membentuk diri menjadi pribadi yang bertakwa. Pribadi yang bertakwa ini tak hanya tentang Ramadhan saja, tetapi sebagai proses berkelanjutan dalam kehidupan. 

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Meskipun hanya seteguk air, sahur tetap memiliki keberkahan, baik dalam kesehatan maupun dalam kekuatan menjalani puasa. Maka, jangan tinggalkan sahur dan niatkan sebagai ibadah agar mendapat pahala dari Allah. 

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

== Kultum Ramadhan 1 Menit (5) ==

Keutamaan Berbagi di Bulan Ramadhan 

Bulan Ramadhan adalah waktu terbaik untuk berbagi. Anak-anak bisa mempraktikkan bersedekah dan membantu sesama. 

Berbagi makanan saat berbuka adalah contoh kecil yang bisa dilakukan sejak dini. 

Rasulullah SAW bersabda:  مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا، كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا “Man faththara shaa’iman kaana lahu mitslu ajrihi ghayra annahu laa yanqush min ajris shaa’imi syai’an.” 
Artinya: "Barang siapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun." (HR. Tirmidzi) 

Berbagi itu tidak harus dalam jumlah besar, tetapi yang penting adalah keikhlasan. 


(tribunkalteng)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.