TRIBUNMANADO.CO.ID - Umat Kristen mulai memasuki Minggu Sengsara pada Minggu, 22 Februari 2026.
Minggu Sengsara merupakan masa penghayatan akan penderitaan dan pengorbanan Yesus Kristus.
Minggu-minggu ini merupakan masa di mana umat merenungi dan mempersiapkan diri menjelang Paskah.
Ketua BPMJ GMIM Imanuel Bahu, Wilayah Manado Barat Daya (MBD), Pdt Shedy Irene Kesek STh mengungkapkan, jemaat diajak berefleksi dan menyangkal diri.
Salah satu implementasi dari penyangkalan diri ialah dengan berpuasa.
"Di GMIM, kita melaksanakan Puasa Diakonal. Ini mengajak kita mengurangi pengeluaran, menyisihkan sebagian untuk diakonia," kata Pendeta Shedy saat menjadi khadim dalam ibadah sesi kedua, pukul 09.00 Wita.
Katanya, Puasa Diakonal bukan soal besaran uangnya melainkan kerelaan menyisihkan sebagian kepunyaan untuk berdiakonia. "Apa yang kita berikan untuk membantu yang butuh uluran tangan," ujarnya.
Dalam khotbahnya, mengacu Mazmur 130: 1-8, ia mengingatkan jemaat bawah setiap orang memiliki masa kelemahan dan kerapuhan, ketidakberdayaan dan ketidakmampuan.
Pada dasarnya manusia lemah dan berdosa. Manusia tidak dapat mengendalikan semua hal dan tidak dapat mengatasi semua peristiwa.
"Kita tidak dapat menolong diri sendiri. Bahkan orang lain pun tidak dapat menjamin bisa membantu. Karena pada dasarnya membutuhkan pengampunan dari Tuhan Allah supaya memulihkan kehidupan kita," ujarnya.
Katanya, dengan berseru kepada Tuhan adalah cara terbaik untuk menghadapi setiap proses kehidupan.
Minggu Sengsara mengajak warga GMIM untuk merenungkan, hidup ini hanya karena kasih karunia Tuhan.
"Tanpa pengampunan Tuhan Allah kita tidak akan terbebas dari dosa. Tanpa kasih Allah kita tidak sanggup mengatasi pergumulan kita," ujarnya lagi.
Dalam ibadah ini dilaksanakan pelayanan Sakramen Baptisan Kudus anggota jemaat kolom 10 serta pelantikan Tim Kerja Hari-hari Raya Gerejawi (H2RB) Pria Kaum Bapa (P/KB) d Wanita Kaum Ibu (W/KI) GMIM Imanuel Bahu tahun 2026. (ndo)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK