BOLASPORT.COM - Mantan tim Megawati Hangestri Pertiwi, Daejeon JungKwanJang Red Sparks akhirnha mengakhiri rentetan kekalahan pada Liga Voli Korea 2025-2026.
Daejeon JungKwanJang Red Sparks berhasil mengawali putaran enam dengan kemenangan manis atas Incheon Heungkuk Life Insurance Pink Spiders.
Bermain di Chungmu Gymnasium, Daejeon, Korea Selatan, Minggu (22/2/2026), tim asuhan Ko Hee-jin menang dengan skor 3-1 (25-16, 23-25, 25-23, 25-21).
Kemenangan ini menandai tren apik Red Sparks setelah 11 kekalahan beruntun.
Ya, sebelumnya, tim yang pernah diperkuat pebola voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi ini telah berulang kali mengalami kekalahan beruntun.
Semenjak ditinggal Mega pulang ke Tanah Air dan kesulitan akan banyaknya pemain yang cedera, membuat Red Sparks tenggelam.
Kini mereka masih terdampar di posisi juru kunci klasemen putri Liga Voli Korea 2025-2026.
Meski begitu, kemenangan atas Pink Spiders tetap saja jadi penghiburan yang melegakan.
Elisa Zanette yang menjadi penyumbang poin terbesar bagi tim.
Ia mengoleksi 29 poin, disusul Park Yeo-reum dengan 20 poin.
Adapun Park Hye-min mengumpulkan 15 poin.
Park Yeo-reum dianggap sebagai penyelamat tim setelah ia sering dicadangkan.
Park mencetak 20 poin, 2 blok, 17 penyelamatan, 5 penerimaan, di laga ini.
Pemain bernomor jersi 23 ini membukukan tingkat keberhasilan serangan 40,9%.
Angka-angka tersebut telah jadi prestasi sangat mengesankan.
Di sisi lain, Pink Spiders sulit menerima kekalahan ini.
Mantan tim ratu voli Korea, Kim Yeon-koung ini gagal mengejar spot kedua klasemen.
Heungkuk Life Insurance yang berada di posisi ketiga, terhenti di 53 poin, gagal mengejar pemimpin klasemen Korea Expressway Corporation (59 poin) dan Hyundai Engineering & Construction (56 poin).
Pelatih Pink Spiders, Tomoka Yoshihara sangat kecewa.
"Bukan hanya serangan balik. Akurasi permainan kami secara keseluruhan sangat buruk," kata sang pelatih dikutip Bolasport dari My Daily Korea.
"Terlalu banyak bola tinggi yang tidak dapat disambung oleh penyerang dalam serangan balik, dan di set pertama."
"Tidak ada rotasi yang menghasilkan penerimaan bola.
"Semua servis kami memberi lawan peluang. Lawan menunjukkan performa yang bagus, tetapi tampaknya kami yang menciptakan performa itu," tambahnya.
Sang pelatih tampak sangat kesal karena setter yang tampil kurang maksimal.
Namun secara keseluruhan Yoshihara mengkritik manajemen krisis tim di poin krusial.
"Lee Na-yeon tampaknya tidak dalam kondisi terbaik di pertandingan ini. Itulah mengapa saya memasukkan Kim Yeon-soo (di set keempat)."
"Namun, dalam situasi seperti ini, kita perlu tahu bagaimana merespons sebagai."
"Sekarang pertandingan baru saja selesai, masih sulit menemukan apa yang terjadi sebenarnya."
"Kami akan menganalisisnya lebih lanjut," ujar Yoshihara.