Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih 4 Rakaat di Rumah lengkap dengan Bacaaan Doa Kamilin dan Artinya
Adiana Ahmad February 23, 2026 05:19 AM

POS-KUPANG.COM - Sholat Tarawih merupakan sholat sunnah yang hanya dilaksanakan pada bulan Ramadhan.

Sholat Tarawih bisa dilaksanakan berjamaah di Masjid atau sendiri di rumah. 

Sholat Tarawih bisa dilaksanaan 2 rakaat sekali salam atau 4 rakaat sekali salam.

Adapun sebelum mendirikan Sholat Tarawih perlu melafazkan niat.

Niat merupakan rukun pertama yang menentukan keabsahan ibadah. Niat dibaca dalam hati sebelum takbiratul ihram

Berikut Bacaan Niat Sholat Tarawih 4 Rakaat Sendiri di rumah:

Baca juga: Bacaan Doa Setelah Sholat Tarawih Malam ke-5 Ramadan, Ada Doa Kamilin Mudah Dihafal

Bacaan Niat Sholat Tarawih 4 Rakaat:

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ َارْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tarawihi arba‘a raka‘aatin lillaahi ta‘aalaa.

Artinya: “Saya berniat shalat sunnah tarawih empat rakaat karena Allah Ta‘ala.”

Setelah menyelesaikan 8 rakaat tarawih, kalian wajib melanjutkan dengan sholat witir sebagai penutup. Berikut adalah niatnya:

Bacaan Niat Sholat Witir 3 Rakaat:

اُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri tsalatsa raka’atin lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya berniat shalat sunnah witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Sholat Tarawih 4 Rakaat di Rumah

Prosedur sholat tarawih 4 rakaat sebenarnya hampir sama dengan sholat fardu Isya, namun tanpa tasyahud awal. Kalian bisa mengikuti urutan berikut agar ibadah tetap tertib:

Takbiratul Ihram: Memulai sholat dengan mengangkat tangan dan membaca takbir.
Membaca Iftitah dan Al-Fatihah: Dilanjutkan dengan membaca surat pendek dari Al-Qur’an.
Rukuk dan Sujud: Lakukan gerakan ini dengan tumakninah (tenang/tidak terburu-buru).
Bangkit ke Rakaat Selanjutnya: Ulangi langkah di atas hingga rakaat keempat.
Tanpa Tasyahud Awal: Pada rakaat kedua, kalian langsung berdiri menuju rakaat ketiga tanpa duduk tasyahud.
Tasyahud Akhir: Dilakukan hanya pada rakaat keempat sebelum salam.
Salam: Menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mengakhiri sholat.
Ulangi prosedur di atas satu kali lagi hingga total rakaat tarawih kalian berjumlah 8 rakaat.

Baca juga: Sholat Tarawih Bagi Perempuan, Lebih Utama di Masjid atau Di Rumah? Simak Penjelasan Ulama

Bacaan Doa Kamilin

Bacaan Arab: اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ 

Bacaan Latin: Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin na‘mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa ‘alâ sariirl karâmati qâ’idîn. Wa bi hûrun ‘in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha‘âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka‘sin min ma‘în. Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su‘adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.

Artinya, “Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.” 

Baca juga: Sholat Tarawih: Sejarah, Tata Cara lengkap dengan Bacaan Bilal dan Jawabannya

Panduan Sholat Witir 3 Rakaat sebagai Penutup

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian tarawih, kalian menutupnya dengan sholat witir 3 

rakaat dalam satu kali salam. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

Rakaat Pertama: Membaca Al-Fatihah dan disarankan membaca surat Al-A’la atau surat pendek lainnya.

Rakaat Kedua: Membaca Al-Fatihah dan surat Al-Kafirun. Setelah sujud kedua, kalian langsung berdiri ke rakaat ketiga.

Rakaat Ketiga: Membaca Al-Fatihah dan surat-surat pendek (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas).

Akhir Sholat: Melakukan rukuk, sujud, duduk tasyahud akhir, dan diakhiri dengan salam.

Manfaat dan Keutamaan Menghidupkan Malam Ramadhan

Menjalankan sholat tarawih bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan emas untuk meraih pahala besar. 

Berikut Manfaat dan Keutamaan Sholat Tarawih:

Pengampunan Dosa: Rasulullah menjanjikan ampunan dosa masa lalu bagi mereka yang tarawih dengan iman dan ikhlas.

Pahala Sholat Semalam Suntuk: Bagi kalian yang sholat berjamaah bersama imam hingga selesai, pahalanya setara dengan sholat sepanjang malam.

Kesehatan Mental dan Fisik: Gerakan sholat yang teratur membantu relaksasi tubuh dan memberikan ketenangan batin setelah seharian beraktivitas.

Ibadah tarawih dengan pola 11 rakaat merupakan pilihan yang praktis namun tetap memiliki landasan syariat yang kuat.

Hal terpenting bagi umat Muslim saat menjalankan ibadah ini adalah menjaga kualitas kekhusyukan dan konsistensi hingga akhir Ramadhan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.