Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Kantor Kelurahan Bandar Jaya Timur, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, kembali menjadi sasaran pencurian.
Tercatat, aksi pembobolan telah terjadi hingga tiga kali.
Terbaru, pada Jumat (20/2/2026), pelaku berhasil membawa kabur tiga unit kipas angin baru dan satu tabung gas ukuran 3 kilogram.
Pelaku diduga masuk ke dalam kantor dengan cara mendongkel pintu bagian belakang sebelum menggasak sejumlah barang tersebut.
Lurah Bandar Jaya Timur, Awaludin Alfath Tusin Sayih, mengungkapkan bahwa ini bukan pertama kalinya kantor yang dipimpinnya menjadi sasaran pencurian.
Baca juga: Rusak Parah, Jalan Penghubung Metro–Lamteng Hanya Ditimbun Batu Split
"Sudah tiga kali ini kantor dibobol, yang ketiga ini waktu saya sebagai Lurahnya. Modusnya sama, masuk lewat pintu belakang," ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Pada aksi terbaru ini, pelaku terbilang nekat. Mereka memahat kunci pintu hingga jebol, lalu mengobrak-abrik seluruh ruangan. Sejumlah laci meja dan lemari dibuka paksa.
Dari dalam kantor, pelaku membawa kabur tiga unit kipas angin baru serta satu tabung gas ukuran 3 kilogram.
Aksi pencurian tersebut baru diketahui pada Sabtu pagi. Berdasarkan keterangan warga, sekitar pukul 02.00 WIB sempat terlihat tiga pria tak dikenal berboncengan satu motor meninggalkan area kantor lurah dengan tergesa-gesa.
"Warga yang berjaga melihat mereka ngebut, tapi tidak menyangka kalau kantor sudah dibobol. Paginya baru ketahuan setelah melihat kunci pintu belakang rusak," jelas Awaludin.
Pihak kelurahan berencana melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Terbanggi Besar dan berharap pelaku segera ditangkap.
"Saya juga mengingatkan bahwa menjelang dan selama Ramadan, potensi tindak kriminalitas cenderung meningkat karena pelaku memanfaatkan kelengahan warga saat beribadah atau beristirahat," tutupnya.
Sehari berselang, aksi serupa kembali terjadi. Kali ini menimpa rumah warga di Perumahan Griya Madu Pratama, Kelurahan Seputih Jaya, Kecamatan Gunung Sugih.
Pemilik rumah, Lili Santoso, mengaku baru menyadari rumahnya dibobol pada Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB, saat ia dan keluarganya pulang dari luar rumah.
"Saat kami kembali, pintu belakang sudah terbuka, handle rusak, dan bagian bawah pintu tercongkel," ujarnya.
Tak hanya itu, pintu kamar juga dalam kondisi rusak akibat dicongkel paksa. Sejumlah barang dilaporkan hilang, di antaranya tabung gas, hordeng, dan pakaian.
Lili mengaku kejadian serupa pernah dialaminya saat masa pandemi Covid-19, ketika rumah dalam keadaan kosong. Modusnya pun sama, pelaku masuk dengan mendongkel pintu belakang.
Rentetan kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat meninggalkan rumah dalam waktu lama.
"Sayang sekali Ramadan yang seharusnya menjadi bulan penuh ketenangan, justru dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan aksi kriminal. Kami berharap aparat kepolisian dapat meningkatkan patroli dan pengawasan lingkungan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali," tutupnya.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)