PROHABA.CO, BANDA ACEH - Satpol PP-WH Kota Banda Aceh mulai melakukan langkah persuasif terhadap sejumlah pedagang takjil yang kedapatan berjualan sebelum waktu yang ditentukan.
Tindakan ini dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, sekaligus menjaga kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.
Pengawasan ini merupakan tindak lanjut dari Seruan Bersama Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kota Banda Aceh.
Kasatpol PP-WH, Muhammad Rizal SSTP MSi, menegaskan bahwa pihaknya akan melaksanakan patroli rutin secara intensif di berbagai titik keramaian.
Fokus pengawasan tidak hanya pada pedagang takjil, tetapi juga pedagang kue basah dan penganan lain yang biasanya ramai dijual menjelang waktu berbuka.
“Patroli dan pengawasan ini akan dilaksanakan secara berkala sepanjang bulan Ramadhan, guna menjaga ketertiban dan kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa,” ujar Rizal dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).
Baca juga: Satpol PP-WH Banda Aceh Intensifkan Pengawasan Anak Punk di Kolong Jembatan Beurawe
Baca juga: Haji Uma Minta Dugaan Penganiayaan Pelajar di Aceh Barat Diusut Tuntas dan Transparan
Sebelumnya, pada Jumat (20/2/2026), petugas Satpol PP-WH menegur sejumlah pedagang di sepanjang Jalan Syiah Kuala.
Mereka ditemukan sudah mulai berjualan sejak pukul 15.00 WIB, padahal aturan jelas menyebutkan bahwa aktivitas berjualan takjil baru diperbolehkan mulai pukul 16.30 WIB. Hal ini dianggap bertentangan dengan Seruan Bersama FORKOPIMDA.
Kepala Seksi Operasional Penegakan Syariat Islam Satpol PP-WH Banda Aceh, Amri Asmadi SAg, mengingatkan seluruh pedagang untuk menghormati waktu yang telah disepakati.
“Hari ini kami berikan teguran dan edukasi kepada pedagang di Jalan Syiah Kuala agar tidak mengulangi berjualan sebelum pukul 16.30 WIB,” tegas Amri.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan tegas apabila di kemudian hari masih ditemukan pedagang yang membandel.
“Tindakan tegas akan diambil jika teguran ini tidak diindahkan,” pungkasnya.
Langkah persuasif ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para pedagang, agar senantiasa mematuhi aturan yang berlaku.
Dengan demikian, suasana Ramadhan di Banda Aceh dapat berjalan lebih tertib, penuh kekhusyukan, dan tetap menjaga nilai-nilai syariat Islam yang dijunjung tinggi di daerah Aceh.
(Serambinews.com/Sara Masroni)
Baca juga: Satpol PP Aceh Barat Amankan 11 Siswa Bolos Sekolah di Warung Kopi saat Jam Belajar
Baca juga: Impor 1.000 Ton Beras Khusus hingga 580.000 Ekor Ayam dari AS Disetujui Indonesia
Baca juga: Wajib Coba! Altair Restaurant Resmi Dibuka Di Blang Padang Banda Aceh