Klasemen Pekan Pertama Menu Favorit Buka Puasa di Ciamis: Buah Kurma Kokoh di Puncak
ferri amiril February 23, 2026 01:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Klasemen pekan pertama menu favorit buka puasa di Kabupaten Ciamis. Buah kurma kokoh di puncak dengan 92 poin meninggalkan menu lainnya seperti es buah 16 poin, gorengan 15 poin, kolak 12 poin, cincau 10 poin.

Di papan bawah ada es campur 8 poin, sop buah 4 poin, dan terakhir ada mi glosor.

Berikut ini sudah muncul kabarnya tentang tempat ngabuburit di Ciamis yang menyediakan makanan dan minuman untuk buka puasa serta akan ada buat kebutuhan lebaran.

Tempat ngabuburit ini bernama Bazar Ramadhan yang setiap kali dibuka selalu heboh dan menjadi daya tarik masyarajat.

Lokasinya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Imbanagara, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis.

Baca juga: Buah Kurma Kalahkan Gorengan Pada Menu Favorit Buka Puasa Pekan Pertama di Kabupaten Tasikmalaya

Pelaksanaan Bazar Ramadhan di TMP Imbanagara tahun ini memasuki tahun kelima. Semangat masyarakat pun tampak tetap berkobar, baik pedagang maupun pencari takjil yang asyik ngabuburit menjelang waktu berbuka puasa.

Komarudin, sang kapten panitia bazar sekaligus Ketua Karang Taruna Galuh Jayanagara, mengungkapkan bahwa acara ini bertujuan untuk mengangkat perekonomian rakyat, terutama para pejuang UMKM di Desa Imbanagara.

Dari total kios yang ada, sekitar 40 persen diisi oleh warga setempat, sementara sisanya berasal dari berbagai penjuru seperti Cipaku dan Cikoneng.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias! Selain dari kios, pendapatan juga mengalir dari retribusi parkir dan kebersihan. Perputaran uang di sini bisa mencapai puluhan juta rupiah setiap harinya,” cerita Komar.

Dengan kurang lebih 110 lapak, bazar ini menawarkan berbagai makanan dan minuman khas Ramadhan, mulai dari kolak, risol, gorengan, hingga minuman segar yang bikin ngiler.

Para pedagang dikenakan retribusi kebersihan sebesar Rp5.000 per hari untuk menjaga kebersihan area bazar yang selalu ramai ini.

Sani, pedagang gorengan dari Cipinang, mengaku sudah tiga tahun berturut-turut ikut meramaikan bazar ini. Dari awalnya menjual boba, kini dia menjajakan beragam risol, gorengan, dan minuman teh poci.

“Alhamdulillah, setiap tahun selalu ramai! Omzet per hari bisa lebih dari satu juta rupiah kalau cuaca cerah, tapi kalau hujan, bisa turun jadi sekitar Rp400-600 ribu,” cerita Sani dengan semangat.

Di sisi lain, Aceng, pengunjung setia asal Pawindan, mengaku selalu hadir setiap hari sejak awal Ramadhan. Baginya, bazar ini adalah surga kuliner dengan pilihan takjil favoritnya.

“Saya hampir tiap hari ke sini, es teler jadi favorit saya!” serunya.

Panitia pun berharap ke depannya bazar ini bisa lebih terorganisir, terutama soal fasilitas parkir yang masih terbatas. Selain itu, ada keinginan untuk menjadikan area ini sebagai pusat kuliner yang buka tidak hanya saat Ramadhan, tapi juga secara berkala, seperti Car Free Day setiap minggu.

Bazar Ramadhan di TMP Imbanagara akan berlangsung selama sebulan penuh, dari 1 Ramadhan hingga malam takbiran, memberi kesempatan bagi masyarakat untuk merasakan suasana khas Ramadhan sekaligus mendukung perekonomian lokal. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.