Menag Nasaruddin Datangi KPK, Siap Terima Konseskuensi Naik Jet Pribadi
Darwin Sijabat February 23, 2026 03:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menunjukkan sikap proaktif dengan mendatangi Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Senin (23/2/2026). 

Kedatangannya bertujuan untuk memberikan klarifikasi langsung terkait penggunaan fasilitas jet pribadi milik Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), yang sempat memicu polemik di media sosial.

Di hadapan awak media, Nasaruddin membeberkan alasan logistik di balik keputusannya menggunakan pesawat jet tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, pada 15 Februari lalu.

“Karena jam 11 malam kan enggak mungkin ada pesawat lagi ke sana dan besok paginya balik lagi karena ada persiapan Sidang Isbat,” ujar Nasaruddin di Gedung KPK, Jakarta.

Siap Tanggung Jawab Secara Hukum

Sadar akan posisinya sebagai penyelenggara negara, Menag menyatakan tidak akan menghindar jika lembaga antirasuah menemukan adanya pelanggaran administratif atau etik dalam penerimaan fasilitas tersebut.

Ia menegaskan kepatuhannya terhadap sistem hukum yang berlaku.

“Kalau memang itu ada konsekuensinya, ya kami harus siap bertanggung jawab,” tegasnya lugas.

Pihak Kementerian Agama sebelumnya menjelaskan bahwa penggunaan jet tersebut murni karena inisiatif OSO untuk membantu efisiensi waktu Menag yang memiliki jadwal padat.

Termasuk peresmian Balai Sarkiah dan persiapan Sidang Isbat di Jakarta pada keesokan harinya.

KPK: Teladan dan Edukasi Anti-Gratifikasi

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memberikan apresiasi atas langkah Menag yang bersedia melapor secara mandiri. 

KPK merangkum tiga poin penting dari peristiwa ini sebagai bentuk penguatan integritas nasional:

Komitmen Pencegahan

Penyelenggara negara wajib melaporkan setiap bentuk penerimaan sejak awal.

Keteladanan

Langkah Menag menjadi preseden positif bagi seluruh ASN di Indonesia untuk tidak menormalisasi fasilitas dari pihak swasta.

Edukasi Publik

Peringatan bagi pihak swasta agar tidak memberikan "hadiah" dalam bentuk apa pun kepada pejabat negara demi menjaga profesionalitas.

Kronologi Pakai Jet Pribadi

Kunjungan kerja Menag Nasaruddin Umar menggunakan pesawat jet pribadi terjadi pada Minggu, 15 Februari 2026. 

Baca juga: Menag Nasaruddin Umar Resmi Dilaporkan MAKI ke KPK Buntut Naik Jet Pribadi

Baca juga: Kekayaan AKP Arifan Efendi, Kasat Narkoba Terseret Kasus Narkoba Rp141 Juta

Kunjungan tersebut dalam rangka meresmikan Gedung Balai Sarkiah.

Ini adalah  sebuah fasilitas keagamaan dan pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan OSO yang berlokasi di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Kementerian Agama melalui Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa fasilitas jet pribadi tersebut murni inisiatif penyelenggara yakni OSO untuk mengakomodasi jadwal Menag yang padat.

"Pak OSO secara khusus mengundang dan berharap Balai Sarkiah diresmikan Menag. Pak OSO yang berinisiatif siapkan jet pribadi untuk Menag agar bisa hadir di tengah agenda Menag yang padat," jelas Thobib dalam keterangan resminya.

Pihak Kemenag juga menggarisbawahi bahwa kehadiran Menag di lokasi tersebut adalah bentuk apresiasi pemerintah atas inisiatif mandiri tokoh masyarakat dalam membangun infrastruktur keagamaan, sosial, dan ekonomi umat.

Resmi Dilaporkan MAKI ke KPK

Gelombang sorotan terhadap gaya hidup pejabat publik kembali menerjang Kabinet Merah Putih. 

Kali ini, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar resmi dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI). 

Pelaporan ini dipicu oleh viralnya dugaan penggunaan fasilitas jet pribadi milik tokoh nasional sekaligus Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO).

Laporan aduan masyarakat tersebut telah teregistrasi secara resmi dengan nomor 01/MAKI-DUMAS_KPK/20.II/2026 per tanggal 20 Februari 2026.

Langkah ini diambil guna memastikan apakah fasilitas mewah tersebut termasuk dalam kategori gratifikasi yang dilarang bagi penyelenggara negara.

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, menegaskan bahwa laporan ini bukan sekadar upaya memojokkan, melainkan ajakan untuk membuktikan integritas. 

Ia mendorong Menag Nasaruddin Umar untuk proaktif mendatangi Gedung Merah Putih guna mengklarifikasi data penerbangan tersebut sebelum polemik di media sosial semakin liar.

Baca juga: KPK Panggil Eks Menpora Dito Ariotedjo Hari Ini Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji Jerat Mantan Menag

Baca juga: Isi Lengkap Pernyataan Resmi Bank Jambi Pasca Layanan Lumpuh dan Saldo Raib

"Jika nanti oleh KPK dinyatakan clear bukan gratifikasi, maka saya justru telah membantu Menag untuk membersihkan namanya," tegas Boyamin kepada media, Sabtu (21/2/2026).

Boyamin menilai, sebagai pimpinan kementerian yang mengurusi urusan moral dan agama, langkah transparansi dari Nasaruddin Umar akan menjadi teladan krusial bagi masyarakat.

MAKI berharap KPK segera menindaklanjuti laporan ini dengan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk pemilik jet pribadi, untuk mencocokkan manifest penerbangan dengan agenda kedinasan maupun pribadi sang Menteri.

Sosok Nasaruddin Umar

Nasaruddin Umar merupakan putra kelahiran Bone, Silawesi pada lahir 23 Juni 1959). Dia adalah Menteri Agama RI ke-25 sejak 21 Oktober 2024 pada Kabinet Merah Putih serta Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta. 
Sebelumnya ia menjabat sebagai Wakil Menteri Agama Republik Indonesia dari tahun 2011 sampai 2014.

Ia juga merupakan pendiri organisasi lintas agama untuk Masyarakat Dialog antar Umat Beragama dan pernah menjabat sebagai Dirjen pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam di Departemen Agama/ Kementerian Agama Republik Indonesia. 

Ia juga adalah anggota dari Tim Penasehat Inggris-Indonesia yang didirikan oleh mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair.

Ia juga menjabat sebagai salah satu Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2022-2027. Lalu pada tanggal 3 November 2019, dalam Musyawarah Nasional (Munas) BP4 XVI di Jakarta, AG.Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. terpilih sebagai Ketua Umum BP4 periode 2019-2024.

Dan terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As'adiyah pada Muktamar As'adiyah ke XV di Sengkang tahun 2022. 

Pada tahun 2024, Nasaruddin Umar menandatangani dokumen Deklarasi Bersama Istiqlal 2024 bersama pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia, Paus Fransiskus yang sedang mengadakan kunjungan historisnya ke Indonesia.

Baca juga: Saldo di Rekening Raib Misterius, ASN Pemkot Jambi Kecewa dengan Bank Jambi

Baca juga: Kekayaan AKP Arifan Efendi, Kasat Narkoba Terseret Kasus Narkoba Rp141 Juta

Baca juga: Update Cuaca Jambi Sepekan, Batanghari hingga Bungo Waspada Hujan Lebat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.